GATRABALI.COM, BADUNG – BMKG PGR III Bali mengatakan, berdasar hasil pemantauan BMKG, selama April 2026 tercatat sebanyak 63 kejadian gempa bumi di wilayah Bali.
Distribusi episenter menunjukkan bahwa aktivitas gempa bumi paling dominan, terjadi dibagian utara Bali, khususnya di wilayah Laut Bali sekitar Gerogak.
Tingginya aktivitas kegempaan di wilayah Bali dipengaruhi oleh kondisi tektonik yang kompleks, antara lain, Aktivitas zona subduksi diselatan Bali akibat penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.
Keberadaan Flores Back Arc Thrust di utara Bali yang menjadi sumber utama gempa di wilayah Laut Bali, Aktivitas sesar lokal di daratan Bali.
“Kombinasi dari sistem tektonik tersebut menyebabkan wilayah Bali tergolong aktif secara seismik”, terangnya, PMG Pertama BMKG PGR III Bali, Aina Najwa Darmanto, S.Tr. Geof, Rabu, (6/5/2026) di Badung.
Dirinya mengatakan, Secara umum, aktivitas kegempaan di wilayah Bali selama April 2026 masih tergolong normal, dengan rincian, Didominasi oleh gempa bumi berkekuatan kecil (Magnitudo < 3,0), Sebagian kecil gempa berkekuatan menengah, Tidak tercatat gempa bumi merusak di wilayah Bali.
“Kondisi ini mencerminkan aktivitas seismik wajar pada wilayah yang berada di zona tektonik aktif”, sebutnya.
Dirinya menyampaikan, Memasuki bulan Mei 2026, aktivitas gempa bumi di wilayah Bali masih berpotensi terjadi.
Hal ini dikarenakan sumber gempa berasal dari proses tektonik yang berlangsung secara terus-menerus dan tidak dipengaruhi oleh faktor musiman.
“Perlu diingat bahwa sampai saat ini gempabumi belum bisa diprediksi, sehingga masyarakat agar selalu waspada”, sebutnya.
Dirinya menghimbau, masyarakat, khususnya di wilayah yang sering mengalami guncangan gempa, untuk tetap tenang dan tidak panik, memastikan bangunan tempat tinggal memenuhi standar tahan gempa, mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman, menghindari berada di dekat bangunan yang retak atau lereng yang berpotensi longsor saat terjadi gempa, dan selalu mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG
“Khusus masyarakat di wilayah pesisir, diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi tsunami apabila terjadi gempa bumi kuat dan dangkal di laut”, tutup Darmanto.(gun/gb)





