spot_img
spot_img
BerandaInternasionalSingkirkan Puluhan Peserta Internasional, Startup TERANGIN Masuk Jajaran Teratas FGSIC 2026

Singkirkan Puluhan Peserta Internasional, Startup TERANGIN Masuk Jajaran Teratas FGSIC 2026

GATRABALI.COMSAN DIEGOStartup mahasiswa Indonesia, TERANGIN, kembali mencatatkan pencapaian di tingkat internasional setelah berhasil masuk Top 4 dalam ajang Fowler Global Social Innovation Challenge 2026 yang berlangsung di University of San Diego, awal Mei 2026.

Kompetisi ini diikuti puluhan startup dari berbagai negara, dengan total 43 semifinalis dari 34 universitas dunia. TERANGIN, yang berasal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, mampu bersaing hingga tahap akhir berkat inovasi teknologi pengendali hama berbasis energi terbarukan.

Solusi yang dikembangkan memanfaatkan kombinasi kincir angin dan panel surya sebagai sumber listrik untuk mengoperasikan lampu perangkap hama, sehingga menawarkan pendekatan ramah lingkungan bagi sektor pertanian.

Baca Juga  Putri Koster Ajak Desa di Karangasem Jadi Motor Gerakan Bali Bebas Sampah

Founder TERANGIN, Muhammad Hanif, mengungkapkan pengalaman mengikuti kompetisi global ini memberikan banyak pembelajaran, terutama dalam memahami dinamika persaingan internasional dan peluang kolaborasi lintas negara.

“Kompetisi Fowler Global Social Innovation Challenge mengajarkan kami banyak hal. dengan tujuan mulia, di tingkat global. bertemu teman-calon client internasional, dan merasakan pertarungan dengan peserta dari berbagai negara yang levelnya naik berkali-kali lipat,” ujarnya.

Dukungan terhadap pengembangan startup mahasiswa juga datang dari PT Pertamina (Persero) melalui program Pertamuda Seed & Scale. Vice President Corporate Communication, Muhammad Baron, menilai capaian ini sebagai bukti kemampuan inovasi generasi muda Indonesia.

Baca Juga  Dekranasda Aceh Utara Belajar ke Bali, Kagumi Strategi Putri Koster Majukan Kerajinan Daerah

“Pencapaian Terangin di ajang global ini menjadi bukti bahwa inovasi anak bangsa memiliki daya saing tinggi dan mampu memberikan solusi nyata bagi tantangan sosial dunia. Kami di Pertamina tentunya bangga dapat terus mendukung generasi muda Indonesia untuk berani melangkah ke panggung global dan membawa dampak positif yang lebih luas,” ujarnya.

Selain TERANGIN, Indonesia juga diwakili oleh Pe-NOVTRA dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya yang menghadirkan inovasi alat panen kelapa sawit berbasis self-charging dengan teknologi piezoelektrik. Meski belum menembus posisi enam besar, partisipasi ini tetap memperkuat kehadiran Indonesia dalam ajang global.

Baca Juga  Bupati Tamba Lepasliarkan Belasan Penyu Hijau hasil Tangkapan Penyelundupan

Atas capaian masuk Top 4, TERANGIN memperoleh pendanaan sebesar USD 3.000. Sementara posisi tiga besar mendapatkan pendanaan lebih besar sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan solusi sosial yang diusung.

Keikutsertaan dalam kompetisi ini dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional serta memperkuat posisi startup Indonesia dalam ekosistem kewirausahaan sosial global.(ri/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments