GATRABALI.COM, BULELENG — Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui intervensi langsung kepada masyarakat.
Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna memimpin penyaluran bantuan makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil di Kelurahan Banyuasri, Jumat, 24 April 2026.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan diberikan kepada 81 penerima yang terdiri dari balita stunting, balita kurang gizi, serta ibu hamil. Selain itu, turut disalurkan paket makanan tambahan sebanyak 100 dus untuk balita dan 50 dus untuk ibu hamil.
Menurut Supriatna, program ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam memastikan pemenuhan gizi bagi kelompok rentan, sekaligus mendorong tumbuh kembang anak secara optimal.
“Pemberian makanan tambahan ini diharapkan mampu mendukung kesehatan ibu dan anak serta mencegah risiko stunting sejak dini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penanganan stunting di Buleleng dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga pemerintah desa dan kelurahan.
Pendekatan tersebut diperkuat dengan pemanfaatan data dan pemantauan langsung di lapangan. Meski terdapat perbedaan angka antara hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan data Dinas Kesehatan, pemerintah tetap fokus pada keberlanjutan program intervensi.
“Perbedaan data bukan menjadi kendala, tetapi menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan efektivitas program,” katanya.
Supriatna juga mengapresiasi kontribusi seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan penurunan stunting. Ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi faktor utama dalam mencapai hasil yang optimal.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen memperluas jangkauan program serta meningkatkan kualitas intervensi agar penurunan angka stunting dapat berjalan lebih signifikan.(adv/gb)





