GATRABALI.COM, BULELENG — Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna meninjau langsung kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala, Selasa, 21 April 2026, menyusul meningkatnya volume sampah harian yang menyebabkan fasilitas tersebut mengalami kelebihan kapasitas (overload).
Dalam peninjauan itu, Wabup Gede Supriatna melihat langsung kondisi operasional TPA serta alur masuk sampah dari berbagai wilayah. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah kini menjadi tantangan serius yang membutuhkan penanganan terintegrasi antara pemerintah dan masyarakat.
TPA Bengkala diketahui memiliki luas sekitar 7,8 hektar dan sebagian besar menampung sampah dari kawasan perkotaan. Dari total sekitar 400 meter kubik sampah yang masuk setiap hari, hanya sekitar 12 persen yang dapat diolah secara optimal.
“Jika tidak dilakukan pemilahan dari sumbernya, maka sampah akan terus menumpuk,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa sistem open dumping sudah tidak lagi diperbolehkan oleh pemerintah pusat. Sebagai pengganti, saat ini pengelolaan diarahkan menggunakan sistem controlled landfill untuk meminimalkan dampak lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Buleleng juga mulai memperkuat kebijakan pemilahan sampah dari rumah tangga. Pola pengangkutan kini dibagi, yakni sampah organik diangkut pada hari ganjil dan anorganik pada hari genap.
Wabup Gede Supriatna menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah. Menurutnya, langkah ini menjadi kunci untuk mengurangi beban TPA Bengkala yang semakin tinggi.
Ia berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung kebijakan tersebut demi menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Buleleng.(adv/gb)





