spot_img
spot_img
BerandaBaliBuleleng Tampilkan Kekuatan Tradisi dan Inovasi di HKG PKK Bali ke-53

Buleleng Tampilkan Kekuatan Tradisi dan Inovasi di HKG PKK Bali ke-53

GATRABALI.COM, DENPASAR – Kabupaten Buleleng kembali memperkuat eksistensinya sebagai daerah yang kaya akan budaya dan potensi lokal melalui partisipasi aktif dalam dua lomba utama tingkat Provinsi Bali pada peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53, yang berlangsung di Gedung Nari Graha, Denpasar, Jumat (20/6/2025).

Keterlibatan Buleleng dalam ajang Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan Lomba Memasak Menu Pangan Lokal Nonberas dan Ikan menjadi bukti nyata bagaimana kearifan lokal bisa dikemas secara kreatif dan modern.

Pada lomba kuliner, SMKN 1 Seririt tampil mewakili Buleleng dengan mengangkat pangan khas seperti sorghum dan olahan tradisional lainnya. Di bawah bimbingan Ketut Suartini, tim telah menjalani proses persiapan panjang sejak April 2025, dimulai dari seleksi siswa hingga pengujian resep dan penyajian.

Baca Juga  Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Tabanan Mengucapkan Selamat Hari Puputan Margarana 2023

Menu yang disajikan antara lain rujak bancih dengan cita rasa unik berbahan cuka buah lokal, belayag sorghum sebagai sajian utama yang dipadukan dengan bumbu pelongos khas Seririt, serta jaje dulut sebagai pencuci mulut yang menggunakan umbi-umbian lokal seperti ubi ungu dan kuning.

“Kami ingin menampilkan bahwa sorghum bukan hanya tanaman lokal biasa, tapi juga punya nilai gizi dan potensi besar sebagai bahan pangan masa depan,” ujar Suartini.

Selain aspek rasa, tim juga menekankan pentingnya kemampuan presentasi untuk menyampaikan makna budaya di balik setiap sajian. Public speaking menjadi bagian dari pelatihan, agar para siswa mampu menjelaskan filosofi masakan mereka kepada juri secara percaya diri.

Baca Juga  Gubernur Koster Luncurkan Siaran TV Digital dari Turyapada Tower, Jangkauan Capai 90 Persen Wilayah Bali

Sementara di bidang seni gerak, SMAN 4 Singaraja membawa semangat lokal melalui koreografi senam bertema megoak-goakan, tradisi yang sangat lekat dengan identitas Buleleng. Koreografi mereka juga menyisipkan simbol kebanggaan daerah, yaitu Turyapada Tower di Pegayaman, Sukasada.

Dibina oleh Mila, para peserta telah berlatih secara intensif selama dua bulan. Prosesnya melibatkan seleksi, penyusunan gerakan, hingga pematangan performa.

“Konsep yang kami angkat benar-benar mengakar dari budaya Buleleng. Kami ingin menunjukkan bahwa gerakan senam bisa menjadi media ekspresi nilai lokal,” ujar Mila.

Baca Juga  Sekolah Adat Manik Empul Bangkitkan Bahasa Pedawa di Tengah Modernisasi

Ia menekankan bahwa tampil dengan semangat dan percaya diri jauh lebih penting daripada mengejar kemenangan semata.

“Yang kami dorong adalah kebanggaan membawa nama daerah dan tampil maksimal,” tegasnya.

Melalui keikutsertaan dalam lomba ini, Buleleng menunjukkan bagaimana potensi budaya lokal dapat diangkat dan dikemas secara modern untuk menarik generasi muda maupun khalayak luas. Baik melalui kuliner tradisional yang dikreasikan ulang, maupun senam yang menyatukan simbol dan filosofi daerah, Buleleng tampil penuh warna dan makna di ajang HKG PKK Bali 2025.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments