GATRABALI.COM, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam mendukung pelayanan masyarakat hingga tingkat banjar adat.
Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Banjar Mumbul ke-59 yang dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi Sistem Krama dan Prajuru Adat Mumbul (Sikap Mumbul) di Balai Banjar Mumbul, Senin, 29 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Badung I Wayan Sukses, perwakilan Camat Kuta Selatan, perwakilan Lurah Benoa, Bendesa Adat, Kelian Adat I Wayan Sumo, tokoh masyarakat, serta krama Banjar Mumbul.
Mengusung tema “Dharma Raksita, Mumbul Wijaya Jagadhita”, peringatan HUT tahun ini menjadi momentum memperkuat semangat menjaga nilai-nilai dharma sebagai landasan membangun Banjar Mumbul yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.
Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa mengapresiasi lahirnya aplikasi Sikap Mumbul yang dinilai sebagai langkah maju dalam mendukung tata kelola administrasi adat secara lebih modern dan terintegrasi.
“Ini luar biasa sekali, kedepan dapat dikembangakan lagi, tidak hanya untuk krama adat saja, namun aplikasi ini juga dapat dipakai untuk banjar dinas terutama untuk masyarakat pendatang. Jadi kita mengetahui data pasti berapa jumlah penduduk pendatang yang ada di Kabupaten Badung khususnya yang ada di Banjar Mumbul ini,” ujarnya.
Menurut Bupati, pengembangan aplikasi tersebut berpotensi menjadi model pendataan masyarakat yang dapat diterapkan lebih luas sehingga pelayanan publik maupun administrasi kependudukan dapat berjalan semakin efektif.
Pada kesempatan itu, Adi Arnawa juga menyampaikan berbagai program prioritas Pemerintah Kabupaten Badung yang saat ini sedang dijalankan. Salah satunya pembangunan infrastruktur jalan melalui pembebasan lahan guna mengatasi kemacetan dan mempercepat mobilitas masyarakat, terutama di kawasan penyangga pariwisata.
Selain pembangunan fisik, Pemkab Badung juga terus memperluas berbagai program perlindungan sosial, seperti beasiswa S1 gratis bagi keluarga berpenghasilan di bawah Rp5 juta per bulan, bantuan Rp3 juta bagi warga yang memasuki usia 75 tahun, bantuan hari raya keagamaan sebesar Rp2 juta per kepala keluarga, hingga program Beasiswa “Nak Badung” bagi siswa SMA negeri maupun swasta di Kabupaten Badung.
Pemerintah juga memberikan bantuan Rp1 juta setiap bulan bagi penyandang disabilitas serta bantuan administrasi akta kematian sebesar Rp10 juta sebagai bagian dari peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Ketua Panitia HUT Banjar Mumbul, I Ketut Sulandra, mengatakan peringatan hari jadi banjar menjadi kesempatan untuk mengenang sejarah sekaligus memperkuat kebersamaan warga.
Ia menjelaskan Banjar Mumbul berawal dari organisasi Rukun Pemuda Mumbul yang dibentuk pada 1963. Organisasi tersebut menjadi cikal bakal berdirinya Banjar Mumbul dengan almarhum Ir. I Nyoman Gelebet, M.Si. sebagai salah satu tokoh penggagas yang memiliki dedikasi besar terhadap kemajuan masyarakat.
“Perayaan HUT Banjar Mumbul ke-59 ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, melestarikan warisan para pendahulu, serta mewujudkan Banjar Mumbul yang semakin maju, mandiri dan sejahtera,” katanya.
Melalui peringatan ini, masyarakat Banjar Mumbul diharapkan terus menjaga semangat gotong royong sekaligus memanfaatkan inovasi digital untuk mendukung pelayanan adat dan pembangunan yang berkelanjutan.(nov/gb)





