GATRABALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri upacara pecaruan, rsi gana, melaspas, dan mendem pedagingan di Pura Tirtha Campuhan Kuta, Rabu (15/10.2025).
Rangkaian upacara yang dipuput oleh Ida Pedanda Nabe Gde Bang Buruan Manuaba dari Griya Muding, Kerobokan ini juga menjadi momen penting peresmian Monumen Kalpataru, simbol penghargaan atas kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Adi Arnawa turut melakukan prosesi mendem pedagingan di pelinggih Padmasana, melakukan persembahyangan bersama umat, serta menandatangani prasasti peresmian monumen yang berdiri megah di halaman luar pura. Pemerintah Kabupaten Badung juga menyalurkan hibah pembangunan pura senilai Rp 2,3 miliar dan punia sebesar Rp 20 juta untuk mendukung kelanjutan pembangunan dan pemeliharaan kawasan suci ini.
Bupati Adi Arnawa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh krama pengempon Pura Tirtha Campuhan atas terselenggaranya upacara penyucian ini. Ia menilai, kegiatan keagamaan yang selaras dengan pelestarian lingkungan merupakan bentuk nyata harmoni dalam kehidupan masyarakat Bali.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya meneguhkan rasa bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Terima kasih kepada Komunitas Peduli Sungai Tukad Mati Lestari yang dengan ketulusan menjaga kebersihan sungai, hingga memperoleh penghargaan Kalpataru,” ungkapnya.
Adi Arnawa menambahkan, kawasan Tukad Mati memiliki arti penting sebagai hilir sungai yang mengalir ke wilayah wisata Kuta. Ia mengingatkan masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan demi mencegah bencana banjir.
Sementara itu, Jero Mangku Nyoman Sukra atau yang akrab disapa Jero Dolphin selaku Ketua Panitia, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Badung dan berbagai pihak yang mendukung pembangunan serta penataan kawasan pura.
Menurutnya, Pura Tirtha Campuhan dibangun pertama kali pada 9 September 2009 (Buda Kliwon Wuku Gumbreg) dengan hanya sembilan kepala keluarga sebagai pengempon awal. Kini, pura tersebut telah menjadi pusat spiritual bagi umat dari berbagai daerah di Bali. Dukungan Pemkab Badung dan PLN Peduli juga memungkinkan hadirnya taman hidroponik dan tanaman langka di sekitar kawasan pura, yang sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian terhadap alam.
“Monumen Kalpataru yang kini berdiri di jaba sisi pura menjadi pengingat agar generasi muda terus menjaga keseimbangan antara spiritualitas dan kelestarian alam,” ujarnya.(ri/gb)





