GATRABALI.COM, BADUNG — Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian Karya melaspas, Caru Wraspati Kalpa Alit, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit lan Piodalan Mendem Pedagingan sekaligus menandatangani prasasti Kantor Lurah Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu, 3 Januari 2026.
Kehadiran Bupati Badung dalam kegiatan tersebut menjadi wujud dukungan terhadap penguatan pelayanan publik yang berpijak pada nilai adat, budaya, dan spiritualitas Bali.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Badung didampingi Anggota DPRD Badung I Wayan Luwir Wiana dan I Made Retha, perwakilan Dinas PUPR Badung, perwakilan Dinas Kebudayaan Badung, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Artha, unsur Tripika Kecamatan Kuta Selatan, Bendesa Adat di wilayah Kelurahan Tanjung Benoa, tokoh masyarakat, serta krama setempat.
Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa keberadaan Kantor Lurah yang representatif merupakan simbol kehadiran dan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia mengaku bersyukur karena Kelurahan Tanjung Benoa kini telah memiliki kantor lurah yang layak sebagai pusat pelayanan publik.
“Kantor lurah adalah wajah pelayanan pemerintah di tingkat kelurahan. Saya merasa bahagia karena Tanjung Benoa kini memiliki kantor kelurahan yang bagus,” ujarnya.
Namun demikian, Bupati juga menyoroti keterbatasan jumlah aparatur yang bertugas di Kantor Lurah Tanjung Benoa. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Oleh karena itu, ia meminta Camat Kuta Selatan untuk segera melakukan pendataan kebutuhan pegawai secara tertulis dan menyampaikannya kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Pada sektor pendidikan, Bupati Badung kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan kebijakan pendidikan gratis dari jenjang SD hingga SMA.
Selain itu, Pemkab Badung juga menyediakan program beasiswa hingga jenjang S1 bagi masyarakat berpenghasilan di bawah Rp5 juta per bulan. Kebijakan ini disebut sebagai langkah strategis dan investasi jangka panjang untuk membentuk sumber daya manusia Badung yang unggul, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan global.
Lebih lanjut, Adi Arnawa menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM harus sejalan dengan upaya pelestarian adat dan budaya Bali yang menjadi fondasi utama pariwisata daerah.
Terkait penataan kawasan pantai Tanjung Benoa, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi unggulan yang mampu menarik investasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, termasuk pelaku UMKM.
Di akhir sambutannya, Bupati Badung mengajak seluruh masyarakat Tanjung Benoa untuk terus menjaga persatuan dan kondusivitas wilayah. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar serta tetap mendukung program pembangunan pemerintah demi terwujudnya Badung yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Lurah Tanjung Benoa, I Wayan Sudiana, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung dan jajaran dalam rangkaian upacara keagamaan di Kantor Lurah Tanjung Benoa.
Ia menjelaskan bahwa Kelurahan Tanjung Benoa memiliki 1.324 kepala keluarga dengan jumlah aparatur yang masih terbatas, yakni lima PNS dan sembilan pegawai P3K.
“Kami mohon dukungan Bapak Bupati Badung agar ke depan dapat dilakukan penambahan tenaga, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa semakin optimal,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa rangkaian upacara melaspas hingga piodalan berjalan lancar berkat dukungan seluruh komponen masyarakat.
Dengan keberadaan dua desa adat, yakni Desa Adat Tengkulung dan Desa Adat Tanjung Benoa, pihaknya berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam memajukan Kelurahan Tanjung Benoa.(ri/gb)





