GATRABALI.COM, BULELENG — Pemerintah Kabupaten Buleleng secara resmi mengukuhkan kepengurusan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) periode 2025–2029, Selasa, 22 Juli 2025.
Pengukuhan yang berlangsung di Singaraja ini menjadi tonggak penting dalam upaya mengoptimalkan kontribusi sektor usaha terhadap pembangunan sosial dan lingkungan di daerah.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, dalam sambutannya menegaskan bahwa perusahaan yang beroperasi di wilayah Buleleng wajib menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
“Sudah ada aturannya, perusahaan harus menyisihkan minimal 2,5% dari keuntungannya untuk kegiatan sosial dan lingkungan. Sayangnya, masih banyak yang belum melaksanakan ini,” tegas Sutjidra.
Ia menekankan bahwa kontribusi ini bukan untuk pemerintah atau pejabat, melainkan untuk masyarakat yang menjadi bagian dari ekosistem pembangunan daerah.
Program-program yang menjadi sasaran antara lain pemberdayaan warga miskin, perbaikan kawasan kumuh, serta pengendalian sampah dan polusi lingkungan.
Forum TJSLP ini dipimpin oleh I Made Lestariana, yang dalam pidatonya menyoroti bahwa forum ini sebenarnya merupakan amanat Perda Nomor 7 Tahun 2017. Namun realisasinya baru terwujud delapan tahun kemudian.
“Kita baru menemukan momentumnya sekarang, ketika kebutuhan inovasi pembiayaan daerah makin mendesak,” ujarnya.
Lestariana menjelaskan bahwa forum ini akan menjadi wadah sinergi antarperusahaan untuk melaksanakan program TJSLP yang lebih terkoordinasi, transparan, dan berkelanjutan. Setelah pengukuhan, forum langsung mengadakan rapat koordinasi untuk merumuskan visi, SOP, dan rencana kerja.
Ia juga menyinggung soal penerapan sanksi bagi perusahaan yang tidak menunjukkan komitmen terhadap TJSLP. Meski belum dirinci teknisnya, Lestariana menyebut bahwa hal tersebut diatur dalam mekanisme penghargaan dan hukuman berdasarkan Perda yang berlaku.
“Besaran kontribusi tidak bersifat kaku, tapi harus proporsional sesuai skala usaha dan dampak lingkungan. Perusahaan yang menghasilkan polusi tentu harus lebih besar kontribusinya,” tambahnya.
Lestariana berharap Forum TJSLP menjadi pemantik semangat gotong royong dari kalangan dunia usaha untuk membangun Buleleng yang lebih sejahtera dan berdaya saing.(gus/gb)





