spot_img
spot_img
BerandaBaliBupati Sutjidra Buka Festasada 2026, Perkuat Identitas Budaya dan Ekonomi Kreatif

Bupati Sutjidra Buka Festasada 2026, Perkuat Identitas Budaya dan Ekonomi Kreatif

GATRABALI.COM, BULELENG – Festival Seni Adat dan Budaya Sukasada (Festasada) 2026 kembali digelar sebagai ruang ekspresi sekaligus pelestarian budaya lokal.

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, di RTH Taman Bung Karno, Jumat, 17 April 2026.

Dalam pembukaan tersebut, Sutjidra menegaskan bahwa Festasada memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan seni dan adat istiadat di tengah perkembangan zaman. Festival ini juga dinilai mampu menjadi sarana edukasi dan promosi potensi daerah.

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Dorong Pembangunan Ekonomi Kreatif dan UMKM di Bali Utara

“Festasada tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang untuk melestarikan dan mengembangkan budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen terus mendukung kegiatan berbasis budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku seni dinilai penting dalam menjaga warisan budaya tetap hidup.

Baca Juga  Bupati Badung Hadiri Puncak HUT ST. Surya Chandra Ke-32 Banjar Kedewatan

Sutjidra juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan festival yang sempat vakum beberapa tahun terakhir.

Ia berharap Festasada dapat kembali menjadi agenda rutin yang mampu menarik wisatawan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Camat Sukasada, I Komang Budiarsana, menyampaikan bahwa Festasada menjadi titik kebangkitan seni budaya di wilayahnya sejak terakhir digelar pada 2020.

Baca Juga  Putri Koster Pimpin Persiapan DBFW 2025, Tegaskan Fesyen Bali Harus Berkarakter

“Kami ingin menghidupkan kembali potensi seni budaya Sukasada agar tetap lestari dan menjadi kebanggaan masyarakat,” katanya.

Berbagai pertunjukan seni turut meramaikan Festasada 2026, mulai dari Tari Selat Segara, baleganjur, hingga kesenian tradisional seperti menggoak-goakan dari Desa Panji, Rejang Renteng, serta Burdah dari Desa Pegayaman yang menunjukkan keberagaman dan akulturasi budaya di Buleleng.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments