spot_img
spot_img
BerandaBaliSukasada Bangkit Lewat Festasada 2026, Perkuat Identitas Budaya dan Gerakkan Ekonomi UMKM

Sukasada Bangkit Lewat Festasada 2026, Perkuat Identitas Budaya dan Gerakkan Ekonomi UMKM

GATRABALI.COM, BULELENG – Festival Seni Adat dan Budaya Kecamatan Sukasada (Festasada) 2026 kembali hadir sebagai ajang pelestarian seni tradisi sekaligus sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat.

Festival ini menjadi bagian dari program prioritas Pemerintah Kabupaten Buleleng di bawah kepemimpinan I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna.

Plt. Camat Sukasada, I Komang Budiarsana, mengatakan bahwa Festasada menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali geliat seni budaya lokal yang sempat terhenti sejak tahun 2020.

“Melalui tema Abhyudaya, festival ini diharapkan mampu membangkitkan kembali seni budaya Sukasada sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat,” ujarnya, Rabu, 15 April 2026.

Baca Juga  Pemkab Buleleng Terima Penghargaan BKN Atas Keberhasilan Selesaikan Disparitas Data ASN

Festasada akan berlangsung pada 17–19 April 2026 di RTH Taman Bung Karno Sukasada dengan menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional dan modern berbasis kearifan lokal. Penampilan seperti Baleganjur, Tari Selat Segara, menggoak-goakan, Rejang Renteng, hingga Burdah akan meramaikan panggung festival sebagai simbol keberagaman budaya di Sukasada.

Selain itu, kegiatan ini juga diramaikan dengan parade budaya, lomba-lomba, serta Festival Gebogan berbahan bunga lokal hasil pertanian masyarakat. Seluruh peserta yang tampil merupakan seniman lokal sebagai bentuk nyata pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga  Buleleng Siap Gelar Kejuaraan Dunia Vovinam, Wabup Buleleng Pastikan Semua Persiapan Tuntas

Keterlibatan pelaku UMKM juga menjadi daya tarik tersendiri dengan hadirnya aneka kuliner khas Sukasada dan Buleleng. Panitia menegaskan bahwa sajian yang ditampilkan lebih menonjolkan makanan tradisional guna memperkuat identitas lokal.

Di tengah kemeriahan festival, panitia juga mengedepankan kesadaran lingkungan dengan menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber. Setiap pedagang diwajibkan menyediakan tempat sampah terpilah, serta dilakukan pengawasan dan pengangkutan sampah secara terkoordinasi.

Baca Juga  Bupati dan Wabup Jembrana Berikan Dukungan dan Santunan Korban Banjir

“Festival ini tidak hanya soal hiburan, tetapi juga edukasi. Kami ingin masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” tegas Budiarsana.

Ia berharap Festasada dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan, sekaligus menjadi wadah ekspresi seni dan penggerak ekonomi masyarakat lokal.

Festasada 2026 terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya, sehingga masyarakat luas diharapkan dapat hadir untuk menikmati sekaligus mendukung pelestarian budaya dan lingkungan di wilayah Sukasada.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments