GATRABALI.COM, BULELENG — Pemerintah Kabupaten Buleleng melaksanakan rotasi besar-besaran terhadap 19 pejabat eselon II.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG (K), di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Jumat, 24 Oktober 2025.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya penyegaran birokrasi sekaligus pengisian jabatan strategis yang sempat kosong. Rotasi dilakukan untuk memperkuat efektivitas organisasi dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menegaskan bahwa proses rotasi dan promosi kali ini sepenuhnya berdasarkan sistem merit serta seleksi terbuka yang mengedepankan profesionalitas dan kompetensi aparatur.
“Mutasi ini bukan sekadar pindah posisi, tapi bentuk pembinaan karier dan strategi meritokrasi. Semua dilakukan sesuai regulasi dan hasil seleksi terbuka. Tidak ada yang didemosi,” tegas Sutjidra.
Ia menjelaskan, rotasi jabatan penting dilakukan agar para pejabat memiliki pengalaman lintas bidang dan memperluas wawasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau terus di tempat yang sama, ritmenya bisa stagnan. Dengan rotasi, kita tumbuhkan semangat baru dan inovasi di tiap OPD,” ujarnya.
Selain sebagai bagian dari penyegaran birokrasi, pelantikan ini juga menjadi langkah awal menuju perampingan struktur organisasi perangkat daerah (OPD) yang tengah disiapkan oleh Pemkab Buleleng.
Rencana tersebut mencakup penggabungan sejumlah dinas, antara lain Dinas Pekerjaan Umum dengan Perkimta, Dinas Pariwisata dengan Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, serta Dinas Pertanian dengan Ketahanan Pangan. Sementara Badan Pengelola Keuangan Daerah akan dipecah menjadi dua lembaga baru: Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah serta Badan Pendapatan Daerah.
Bupati Sutjidra memastikan proses perampingan ini dilakukan secara cermat dan proporsional agar tidak menimbulkan permasalahan kepegawaian.
“Saya pastikan tidak ada yang tersakiti. Semua pejabat akan tetap mendapat posisi sesuai eselon dan kompetensi masing-masing,” ujarnya.
Ia menegaskan, melalui rotasi dan perampingan struktur, Pemkab Buleleng berkomitmen membangun birokrasi yang lebih adaptif, profesional, dan melayani.
“Kita ingin birokrasi yang dinamis, cepat, dan efisien. Semua aparatur harus bekerja dengan semangat melayani, bukan dilayani. Tujuannya satu: mewujudkan pemerintahan Buleleng yang bersih, berintegritas, dan berdaya saing tinggi,” pungkas Sutjidra.(adv/gb)





