GATRABALI.COM, JEMBRANA – Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ida Bagus Ardana, mantan Bupati Jembrana periode 1980-1990. Almarhum meninggal dunia di Denpasar beberapa hari lalu. Bupati Tamba dan masyarakat Jembrana merasa kehilangan besar dan berharap kremasi Ida Bagus Ardana dapat dilakukan di Jembrana sebagai bentuk penghormatan terakhir.
“Setelah mendengar kabar duka tentang meninggalnya Ida Bagus Ardana, kami berdiskusi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama di Jembrana. Kami sepakat untuk mengusulkan agar kremasi dilakukan di Jembrana,” ujar Bupati Tamba dalam keterangan persnya pada Minggu, 11 Agustus 2024.
Bupati Tamba menekankan bahwa kremasi di Jembrana akan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan bupatinya yang telah berjasa dalam memajukan daerah tersebut.
“Masyarakat Jembrana ingin memberikan penghormatan terakhir karena jasa dan pemikiran beliau dalam memimpin Jembrana. Kami berharap kremasi dapat dilangsungkan di krematorium Jembrana,” tambahnya.
Secara pribadi, Bupati Tamba mengenal baik Ida Bagus Ardana, karena mereka tinggal dalam lingkungan yang sama di Sesetan, Denpasar. Tamba sering bertemu dengan Ardana, terutama saat dirinya masih menjabat sebagai anggota DPRD Bali.
Seiring dengan inisiatif Bupati Tamba dan permohonan dari masyarakat Jembrana, Asisten II I Gusti Ngurah Sumber Wijaya telah menghubungi pihak keluarga untuk meminta agar kremasi dilaksanakan di Jembrana.
“Kami berharap keluarga almarhum akan mempertimbangkan permohonan ini. Namun, jika keputusan keluarga berbeda, kami akan menghormati keputusan tersebut dan tetap mendoakan yang terbaik untuk almarhum dan keluarganya,” ungkap Bupati Tamba.
Bupati Tamba menutup pernyataannya dengan harapan agar keputusan keluarga bisa sejalan dengan keinginan masyarakat Jembrana yang ingin memberikan penghormatan terakhir yang layak bagi mantan bupati mereka. (gus/gb)





