GATRABALI.COM, DENPASAR – Operasional Bus Trans Metro Dewata (TMD) dipastikan dihentikan sementara selama enam bulan ke depan hingga Juni 2025.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gde Wayan Samsi Gunarta, di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Bali, pada Senin, 13 Januari 2024.
Penghentian operasional ini terjadi karena TMD tidak mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintah pusat seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Kami memang ada ditelepon Kementrian untuk segera ketemu berbicara masalah itu, kemudian dari teman-teman DPD RI juga memberikan dorongan, kemudian kita berangkatlah sama perwakilan TMD minggu kemarin 6 Januari 2025. Hasilnya memang tidak ada anggaran dari pusat. Pak Sekjen sudah bicara dengan Pak Menteri, dan memang karena beban dari Kemenhub cukup besar,” ungkapnya.
Sebagai langkah sementara, Pemerintah Provinsi Bali akan memaksimalkan operasional Bus Trans Sarbagita yang dikelola oleh provinsi untuk mengatasi permasalahan ini.
“Kita optimalkan Sarbagita dulu. Ya memang menyedihkan, tapi kita tetep harus pelan-pelan kita coba dengan yang ada di Provinsi dulu. Kita mulai dua koridor yang tersedia saat ini saja, mudah-mudahan ini bisa jadi solusi sementara” tambahnya.
Meski begitu, ia menyebutkan TMD direncanakan akan diusahakan kembali beroperasi pada Juli 2025 sesuai arahan Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya. Namun, persiapan yang dibutuhkan untuk membuka kembali TMD ini pun cukup panjang, mulai dari tahap pelelangan hingga menentukan SPM (Standar Pelayanan Minimal), dan sebagainya. (gus/gb)





