GATRABALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan capaian satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali dalam Rapat Paripurna ke-28 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 pada Rabu, 25 Maret 2026.
Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, didampingi Wakil Ketua I DPRD Bali I Wayan Disel Astawa dan Wakil Ketua III DPRD Bali Ida Gede Komang Kresna Budi, serta dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta.
Agenda rapat meliputi penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 serta pidato satu tahun kepemimpinan kepala daerah.
Dalam pidatonya, Gubernur Bali menegaskan pembangunan Bali selama satu tahun terakhir dijalankan berdasarkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali sebagai arah pembangunan jangka panjang daerah.
“Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali kami jalankan sebagai fondasi pembangunan Bali secara berkelanjutan dalam Bali Era Baru,” ujarnya.
Gubernur menyampaikan pembangunan difokuskan pada enam bidang utama, yakni adat dan budaya, kesehatan dan pendidikan, ekonomi, infrastruktur, lingkungan dan energi, serta transformasi digital dan keamanan.
Di bidang adat dan budaya, pemerintah memperkuat pelestarian tradisi, penggunaan aksara Bali, serta berbagai kegiatan budaya.
“Kami memperkokoh adat dan budaya sebagai jati diri Krama Bali,” ujarnya.
Pada sektor kesehatan, capaian Universal Health Coverage (UHC) tetap terjaga di angka 95 persen dengan peningkatan layanan, sementara di bidang pendidikan angka partisipasi SMA/SMK mencapai 94 persen, termasuk program “Satu Keluarga Satu Sarjana” sebagai upaya peningkatan kualitas SDM.
Transformasi ekonomi dilakukan melalui konsep Ekonomi Kerthi Bali yang mencakup sektor pertanian, kelautan dan perikanan, industri, UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata.
Pada sektor pariwisata, pungutan wisatawan asing (PWA) mencatat pendapatan Rp369 miliar dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 2,46 juta orang sepanjang 2025.
“Pungutan wisatawan asing kami optimalkan untuk pelindungan kebudayaan dan lingkungan Bali,” kata Gubernur.
Pemerintah juga terus mendorong pembangunan infrastruktur, termasuk proyek shortcut Singaraja–Mengwitani, underpass Jimbaran, hingga jembatan penghubung antarwilayah, serta mengaktifkan kembali layanan Trans Metro Dewata dan mendorong penggunaan kendaraan listrik.
Di bidang lingkungan, pengelolaan sampah berbasis sumber dipercepat dengan target penutupan TPA Suwung pada Agustus 2026, disertai rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.
“Kami berkomitmen mewujudkan Bali yang bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pengembangan Bali sebagai pulau digital dilakukan melalui pembangunan Turyapada Tower yang ditargetkan beroperasi pada 2027, sementara sistem keamanan diperkuat melalui sinergi aparat dan masyarakat adat.
Dalam satu tahun terakhir, Pemprov Bali juga menerbitkan 10 Peraturan Daerah, 6 Peraturan Gubernur, 5 Instruksi Gubernur, serta 7 Surat Edaran.
“Kami menghadirkan regulasi untuk memperkuat perlindungan budaya, lingkungan, dan perekonomian Bali,” kata Gubernur.
Selain itu, Pemprov Bali mendukung program prioritas nasional seperti pembangunan Sekolah Rakyat, program tiga juta rumah, serta program makan bergizi gratis.
Indikator makro pembangunan Bali tahun 2025 menunjukkan hasil positif dengan pertumbuhan ekonomi 5,82 persen, tingkat kemiskinan 3,42 persen, dan pengangguran 1,45 persen.
“Capaian ini menunjukkan pembangunan Bali berjalan baik dan memberikan hasil nyata,” ujarnya.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 79,37 dengan usia harapan hidup mencapai 75,46 tahun.
Sepanjang 2025, Pemerintah Provinsi Bali juga meraih berbagai penghargaan, termasuk opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 12 kali berturut-turut, nilai SAKIP kategori BB, serta Innovative Government Award 2025.
“Kami akan terus meningkatkan kinerja pemerintahan untuk memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.
Melalui Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali tersebut, Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan yang terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan menuju Bali Era Baru.(ri/gb)





