GATRABALI.COM, DENPASAR – Upaya menjaga stabilitas keamanan Bali terus diperkuat melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri.
Hal ini ditegaskan dalam pertemuan antara Gubernur Bali, Wayan Koster, dengan jajaran Densus 88 yang dipimpin Sri Astuti Ningsih di Jayasabha, Denpasar, Jumat, 10 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk memperkuat langkah pencegahan radikalisme dan intoleransi, mengingat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang menyumbang hampir setengah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Gubernur Koster menegaskan bahwa keamanan Bali tidak hanya penting bagi wisatawan, tetapi juga bagi masyarakat lokal. Oleh karena itu, diperlukan upaya terpadu dan berkelanjutan dalam menjaga kondusivitas daerah.
“Bali harus tetap aman dan nyaman, baik untuk wisatawan maupun warga. Ini tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Densus 88 Anti Teror turut mendorong penguatan pencegahan melalui sektor pendidikan dengan melibatkan generasi muda dalam sosialisasi bahaya radikalisme. Bahkan, Gubernur Bali dijadwalkan hadir memberikan sambutan dalam kegiatan sosialisasi yang akan digelar pada 24 April 2026.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Bali akan menyusun Peraturan Gubernur yang mengacu pada Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Regulasi ini diharapkan menjadi landasan dalam pelaksanaan program pencegahan di tingkat daerah.
Selain regulasi, langkah preventif juga akan dilakukan melalui pendekatan sosial, termasuk pengawasan penggunaan teknologi digital di kalangan anak-anak guna meminimalisasi paparan konten yang berpotensi mengarah pada radikalisme.
Tak hanya itu, aspek rehabilitasi juga menjadi perhatian. Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan fasilitas Rumah Aman yang dilengkapi tenaga psikolog sebagai tempat pemulihan bagi korban.
Gubernur Koster menegaskan layanan ini harus berjalan tanpa batas waktu agar memberikan perlindungan optimal.
Didampingi Kepala Satpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi, ia menyatakan bahwa program ini akan dijadikan agenda rutin dengan dukungan penuh dari Densus 88.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat sistem keamanan Bali secara menyeluruh, sekaligus menjaga citra Pulau Dewata sebagai destinasi wisata yang aman, damai, dan ramah bagi dunia.(ism/gb)


