spot_img
spot_img
BerandaBaliGubernur Koster Tegaskan Desa Bersih Jadi Kunci Bali Bebas Sampah 2025

Gubernur Koster Tegaskan Desa Bersih Jadi Kunci Bali Bebas Sampah 2025

GATRABALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster kembali menekankan pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai solusi utama mengatasi persoalan sampah di Pulau Dewata.

Pesan ini disampaikan saat Rapat Evaluasi Tim Kerja Percepatan Pelaksanaan Pembatasan Plastik Sekali Pakai dan Pengelolaan Sampah di Jayasabha, Denpasar, Rabu (3/9/2025).

Menurut Koster, enam sektor harus bergerak bersama sebagai ujung tombak: lembaga pemerintah dan swasta, desa/kelurahan/desa adat, pelaku usaha, lembaga pendidikan, pasar, dan tempat ibadah. Sinergi ini diyakini mampu mempercepat perubahan pola lama pengelolaan sampah menuju sistem baru yang lebih efektif.

Baca Juga  Jembrana Adventure Community Gelar Event Motor Trail Adventure ke-9, Dukung Kemajuan Olahraga dan Pariwisata

“Kita tidak boleh berhenti. Tantangan banyak, tapi gerakan harus terus berjalan. Desa yang bersih akan menjadikan Bali bersih. Itulah target kita bersama,” tegas Koster.

Ia menegaskan, mulai Desember 2025, aliran sampah ke TPA Suwung harus dihentikan sepenuhnya. Caranya dengan menuntaskan sampah organik langsung di rumah tangga, sementara sampah anorganik dikelola di tingkat desa melalui TPS3R dan TPST.

Dalam laporan Duta PSBS Bali, Ibu Putri Koster, disebutkan pola lama “kumpul, angkut, buang” harus ditinggalkan. Pola baru diterapkan: organik basah diolah dengan komposter, organik kering ditangani melalui Teba Modern, anorganik dipilah dengan 3R, sementara residu diarahkan ke TPST.

Baca Juga  Wujudkan Perkawinan Hindu yang Tertata, Pemkab Badung Gelar Rakor Bersama

Hingga Agustus 2025, Bali telah memiliki 40.569 unit Teba Modern dengan kapasitas 23.849 ton, dan lebih dari 42 ribu kepala keluarga sudah aktif mengelola sampah berbasis sumber. Sosialisasi juga telah digelar di 26 kecamatan dengan partisipasi masyarakat cukup tinggi, terutama di Kintamani, Gianyar, Mengwi, dan Payangan.

“Jika sampah organik diolah di sumbernya, 65 persen volume sampah bisa berkurang. Sisanya ditangani di desa. Dengan pola ini, desa bersih, Bali bersih,” ujar Putri Koster.

Baca Juga  Setiap Hari Hadapi Sampah, Nakes dan Dokter Siaga Jaga Petugas DLHK

Sebagai langkah penguatan, pemerintah juga menyiapkan program Gotong Royong Bali Bersih Sampah yang akan digelar rutin di sekolah, desa adat, hingga pasar. Pembangunan TPS3R/TPST juga terus dipercepat, disertai dukungan pembelian pupuk organik antar kabupaten/kota.

“Gerakan Bali Bersih Sampah bukan sekadar program, tapi komitmen kolektif. Pemerintah dan masyarakat harus sejalan untuk memastikan Bali tampil sebagai pulau bersih, hijau, dan berkelanjutan,” tutup Koster.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments