GATRABALI.COM, JEMBRANA – Sebuah aksi penipuan dengan modus mencatut nama Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, kembali bikin resah.
Kali ini, nomor WhatsApp 0813-8887-7954 digunakan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk menghubungi para pengusaha tambak udang, dengan dalih meminta sejumlah uang.
Yang lebih mengejutkan, akun tersebut bahkan menggunakan foto Bupati Kembang guna meyakinkan target. Namun setelah dikonfirmasi, Bupati Kembang menegaskan bahwa nomor tersebut bukan miliknya, dan menyebutnya sebagai hoaks yang berbahaya.
“Itu bukan nomor saya. Saya hanya punya satu nomor sejak tahun 1999 sampai sekarang. Tidak pernah ganti, masyarakat juga sudah banyak yang tahu. Ini jelas penipuan,” ujar Kembang, Kamis, 26 Juni 2025.
Bupati Kembang mengimbau masyarakat, khususnya para pelaku usaha di sektor perikanan dan tambak, agar tidak menanggapi pesan-pesan mencurigakan, terlebih yang mengatasnamakan pejabat daerah dengan embel-embel permintaan dana.
“Saya tidak pernah meminta imbalan dalam bentuk apapun. Masyarakat harus hati-hati, karena ini sudah masuk dalam kategori penipuan,” tegasnya.
Kejadian ini menjadi peringatan serius di tengah gencarnya pemerintah melakukan penertiban usaha tambak yang tidak berizin. Seperti diketahui, Satpol PP Jembrana baru-baru ini menyegel tambak udang seluas 15 hektar di Yeh Buah, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, karena belum memiliki izin pengambilan air bawah tanah (ABT).
Di lokasi ditemukan 12 titik sumur bor yang ditengarai memicu kekeringan air sumur warga sekitar.
Fenomena penipuan yang berkelindan dengan isu perizinan ini menjadi alarm penting bagi pelaku usaha dan masyarakat agar tetap waspada, tidak tergiur bujukan manipulatif, dan segera melapor ke pihak berwenang bila menemukan indikasi penipuan serupa.





