spot_img
spot_img
BerandaBaliKakek 72 Tahun Gantung Diri di Bawah Pohon Mangga

Kakek 72 Tahun Gantung Diri di Bawah Pohon Mangga

GATRABALI.COM, JEMBRANA – Seorang kakek berusia 72 tahun yang berinisial INW memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri di bawah pohon mangga yang terletak di kebun belakang rumahnya di Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana, pada Senin malam tanggal 4 September 2023.

Menurut informasi yang kami kumpulkan, peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 22.00 WITA. Awalnya, kejadian ini pertama kali diketahui oleh istri korban, seorang wanita berusia 58 tahun yang memiliki inisial NKS. Beberapa saat sebelum peristiwa itu terjadi, sekitar pukul 21.00 WITA, saksi melihat korban masih bermain-main dengan cucunya di teras rumah.

Baca Juga  Usaha Open Kelapa di Melaya Terbakar, Kerugian Capai 6 Juta Rupiah!

Namun, setelah beberapa saat berlalu, korban menghilang. Sang istri mencari di sekitar rumah, tetapi tidak berhasil menemukan keberadaannya. Pada sekitar pukul 22.00 WITA, ketika mencari di kebun belakang rumah, istri korban dengan terkejut menemukan suaminya sudah tergantung di pohon mangga, menggunakan sehelai kain selendang berwarna hitam.

Istri korban segera berteriak sambil menangis, meminta pertolongan. Beberapa saat kemudian, keluarga lain datang dan melaporkan bahwa korban ditemukan dalam keadaan tergantung di pohon mangga. IPDA Richard Damianus Pengan, Kapolsek Kota Jembrana, mengkonfirmasi kejadian tersebut.

Baca Juga  Sidang TPM Bahas Penguatan Tata Kelola LPD di Buleleng

Korban, menurut keterangan, pernah menjalani operasi karena sakit batu ginjal, meskipun dia sudah pulih dan dapat menjalani aktivitas seperti biasa. Keluarga juga menyatakan bahwa korban tidak memiliki masalah yang terlihat.

“Dalam situasi ini, keluarga menolak melakukan otopsi dan menerima peristiwa ini dengan ikhlas, menganggapnya sebagai musibah,” kata IPDA Richard Damianus Pengan.

Hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas 2 Jembrana menunjukkan beberapa temuan, seperti luka lecet pada lengan tangan kanan dan jari telunjuk tangan kiri, tetapi tidak ada tanda-tanda pengeluaran darah dari hidung, mulut, dan telinga. Selain itu, ditemukan cincin perak berbatu hitam di jari manis tangan kiri korban. Korban juga mengenakan baju lengan pendek berwarna putih dan celana pendek berwarna merah.

Baca Juga  Turun di Tiga Kelas Bergengsi, AHRT Siap Harumkan Nama Indonesia di ARRC 2026 Sepang

“Peristiwa ini telah mengguncang keluarga, tetangga, dan warga setempat. Semoga keluarga korban diberikan ketenangan dan kekuatan untuk menghadapi musibah ini,” demikian ungkapannya. (gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments