GATRABALI.COM, BADUNG – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Tawur Balik Sumpah, Rsi Gana, Melaspas, dan Mendem Pedagingan yang digelar di Banjar Geria, Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, pada Kamis, 16 Oktober 2025.
Karya ini turut dihadiri Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, bersama Nyonya Yunita Alit Sucipta, yang datang untuk turut mendoakan sekaligus memberikan dukungan nyata bagi krama setempat.
Upacara yadnya tersebut dipuput oleh Ida Peranda Manuaba dari Griya Lebah Abiansemal, dan dihadiri oleh anggota DPRD Badung I Wayan Joni Pargawa, perwakilan Dinas Kebudayaan Badung, Tripika Abiansemal, Perbekel dan Bendesa Adat Ayunan, BPD Ayunan, Kelian Adat se-Desa Ayunan, serta Krama Agung Banjar Geria.
Dalam kesempatan itu, Wabup Bagus Alit Sucipta dan Nyonya Yunita Alit Sucipta turut melakukan persembahyangan bersama dan menyerahkan hibah dana aci induk tahun 2025 sebesar Rp500 juta kepada Prawartaka Karya Ida Bagus Gede Surya Darma.
Sebagai bentuk dukungan pribadi, Nyonya Yunita Alit Sucipta juga menyerahkan punia sebesar Rp10 juta.
Tak hanya itu, Wabup Alit Sucipta juga membubuhkan paraf pada prasasti karya, menandai komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya dan kegiatan adat di masyarakat.
Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada krama yang tetap menjaga harmoni dan semangat gotong royong di tengah pesatnya perkembangan zaman.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh krama yang telah melaksanakan karya ini dengan baik. Semoga labda karya ini berjalan lancar dan membawa kesejahteraan. Mari terus pelihara semangat menyama braya, karena itulah kekuatan utama kita dalam menjaga adat dan budaya,” ujar Wabup Alit Sucipta.
Sementara itu, Prawartaka Karya Ida Bagus Gede Surya Darma menyampaikan rasa terima kasih dan harapan agar sinergi antara masyarakat dengan pemerintah terus terjalin erat.
“Terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati yang sudah hadir dan ikut mendoakan. Kami sebagai krama siap mendukung program pemerintah serta terus menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat,” ucapnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk pelestarian budaya, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dan sosial antara pemerintah daerah dan masyarakat, sejalan dengan visi Badung untuk menjaga kearifan lokal di tengah modernisasi.(ri/gb)





