spot_img
spot_img
BerandaBaliKredit UMKM Bali Tumbuh Lebih Tinggi dari Nasional, NPL Tetap Terkendali

Kredit UMKM Bali Tumbuh Lebih Tinggi dari Nasional, NPL Tetap Terkendali

GATRABALI.COM, DENPASAR – Kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) di Provinsi Bali terus menunjukkan tren positif hingga April 2025.

Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menilai sektor keuangan daerah tetap solid, didukung oleh fundamental perbankan yang kuat, likuiditas memadai, serta pengelolaan risiko yang baik.

Per April 2025, penyaluran kredit perbankan di Bali tercatat mencapai Rp113,72 triliun, tumbuh 6,93 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sedikit termoderasi dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 7,25 persen yoy. Pendorong utama pertumbuhan ini adalah kredit investasi, yang meningkat signifikan 16,49 persen yoy atau sebesar Rp5,14 triliun.

Di sisi lain, lebih dari separuh kredit perbankan Bali atau 51,83 persen disalurkan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tumbuh 4,28 persen yoy—lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan UMKM secara nasional yang berada pada angka 2,65 persen yoy.

Sektor-sektor dominan penerima kredit antara lain konsumsi (33,87 persen) dan perdagangan besar serta eceran (28,34 persen). Pertumbuhan tertinggi tercatat di sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 20,50 persen yoy, mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi pariwisata di Bali.

Baca Juga  Pertumbuhan Ekonomi Bali Tertinggi ke-4 Nasional

Rasio kredit bermasalah (NPL) gross tercatat 3,21 persen, menurun dari April 2024 yang sebesar 3,25 persen. Sementara NPL net naik tipis menjadi 2,23 persen dari 2,10 persen tahun lalu, namun tetap jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator. Rasio Loan at Risk (LaR) juga mencatat penurunan signifikan menjadi 11,48 persen dari 16,01 persen pada April 2024.

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencatatkan pertumbuhan dua digit sebesar 10,22 persen yoy menjadi Rp194,63 triliun, ditopang peningkatan tabungan masyarakat senilai Rp10,35 triliun. Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di angka 58,43 persen. Sementara itu, permodalan BPR tetap sehat dengan Cash Ratio 14,01 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 34,64 persen.

Baca Juga  Sebuah Mobil Nyaris Masuk Jurang di Rangdu Buleleng

Pertumbuhan signifikan juga tercermin dari sektor pasar modal. Jumlah investor saham di Bali meningkat 22,79 persen yoy menjadi 153.988 Single Investor Identification (SID). Investor reksa dana tumbuh 20,86 persen dan Surat Berharga Negara (SBN) 17,75 persen yoy. Nilai kepemilikan saham mencapai Rp5,62 triliun, tumbuh 18,13 persen yoy, dan nilai transaksi saham meningkat 33,52 persen yoy.

Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan mencapai Rp12,14 triliun, tumbuh 8,01 persen yoy. Sektor dominan termasuk perdagangan serta jasa penyewaan dan ketenagakerjaan. Meskipun pertumbuhannya melambat dari tahun lalu, tingkat NPF tetap rendah di angka 1,09 persen.

Sementara itu, pembiayaan oleh perusahaan modal ventura tumbuh 4,25 persen yoy menjadi Rp91,51 miliar. Tingkat NPF sektor ini juga menunjukkan perbaikan menjadi 1,28 persen dari sebelumnya 1,52 persen.

Untuk mendukung penguatan literasi dan inklusi keuangan, OJK Bali telah melaksanakan 68 kegiatan edukasi keuangan hingga Mei 2025 yang menjangkau lebih dari 5.294 orang secara langsung dan lebih dari 101 ribu melalui media sosial. Program ini menyasar kelompok pelajar, ibu rumah tangga, ASN, UMKM, hingga penyandang disabilitas.

Baca Juga  Begini Cerita Penumpang Bus AKAP yang Terjun ke Jurang di Melaya

Dalam hal perlindungan konsumen, OJK Bali menangani 245 pengaduan hingga Mei, mayoritas berasal dari sektor P2P lending dan perbankan. Sebanyak 213 pengaduan telah diselesaikan.

Pelayanan penarikan data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) juga terus berjalan. Hingga Mei 2025, sebanyak 4.846 masyarakat Bali telah mengakses layanan iDeb, baik secara daring maupun langsung.

Melalui sinergi kuat dengan Bank Indonesia, LPS, pemerintah daerah, pelaku industri keuangan, serta penguatan regulasi dan pengawasan, OJK optimis IJK di Bali akan terus tumbuh berkelanjutan dan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.(gus/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments