spot_img
spot_img
BerandaNasionalKSSK Pastikan Stabilitas Keuangan Terjaga, Dorong Momentum Ekonomi Nasional di Akhir 2025

KSSK Pastikan Stabilitas Keuangan Terjaga, Dorong Momentum Ekonomi Nasional di Akhir 2025

GATRABALI.COMJAKARTA – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menegaskan bahwa kondisi sistem keuangan Indonesia pada triwulan III 2025 tetap stabil dan berperan penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Hasil Rapat Berkala IV Tahun 2025 pada Senin, 3 November 2025 yang dihadiri oleh Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan sinergi kebijakan yang semakin kuat untuk menghadapi dinamika global.

KSSK mencatat, meskipun ketidakpastian global masih tinggi akibat dampak kebijakan tarif impor Amerika Serikat dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara besar, Indonesia mampu menjaga ketahanan ekonominya. Konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor tetap solid, didukung oleh kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan yang saling bersinergi.

Baca Juga  Kolaborasi OJK dan Media, Journalist Class Digelar untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan

Kinerja sektor riil terus menunjukkan perbaikan. Aktivitas manufaktur kembali ekspansif dengan PMI Manufaktur 50,4 pada triwulan III dan naik menjadi 51,2 di Oktober 2025. Surplus neraca perdagangan mencapai USD 14 miliar, sementara stimulus pemerintah sebesar Rp34,2 triliun mendorong proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,2% sepanjang 2025.

Nilai tukar Rupiah tetap stabil di kisaran Rp16.630 per dolar AS, didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan penguatan konversi devisa hasil ekspor. Cadangan devisa tetap solid di USD 148,7 miliar, setara enam bulan impor.

Inflasi IHK September 2025 tercatat 2,65% yoy, berada dalam kisaran sasaran. Inflasi inti sebesar 2,19% yoy, mencerminkan konsistensi kebijakan moneter yang menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali.

Baca Juga  Percepat Infrastruktur Strategis, Gubernur Koster Mulai Pembangunan Shortcut Titik 9–10

Bank Indonesia melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter dengan menurunkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 4,75%. Likuiditas sistem keuangan meningkat, dengan pertumbuhan uang beredar (M2) sebesar 8% yoy.

Di sektor perbankan, kredit tumbuh 7,70% yoy mencapai Rp8.162,82 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 11,18% yoy. Permodalan perbankan tetap kuat dengan CAR 26,15%, jauh di atas ambang batas minimal.

Kinerja pasar saham domestik menunjukkan peningkatan signifikan. IHSG naik 15,31% ytd, menembus level 8.163,88 pada akhir Oktober 2025. Penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp198,84 triliun, menandakan kepercayaan investor tetap tinggi.

OJK juga memperkuat peran sektor jasa keuangan melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM, pengelolaan rekening bank yang lebih transparan, dan perlindungan konsumen terhadap potensi penyalahgunaan rekening.

Baca Juga  Literasi Keuangan Tanpa Batas, OJK Buka Akses Digital untuk Perempuan Disabilitas

Sementara itu, LPS memastikan kepercayaan masyarakat tetap terjaga melalui kebijakan penjaminan simpanan, yang saat ini mencakup lebih dari 99% rekening perbankan nasional.

KSSK menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi risiko global, baik dari sisi geopolitik, harga komoditas, maupun ketidakpastian ekonomi dunia.

Pemerintah bersama BI, OJK, dan LPS juga berkomitmen menuntaskan penyusunan peraturan turunan UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) secara kredibel dan inklusif.

Rapat Berkala KSSK berikutnya akan dilaksanakan pada Januari 2026 untuk memastikan kebijakan yang terkoordinasi dan efektif dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments