spot_img
spot_img
BerandaBaliPemberdayaan Perempuan Pesisir Bali, Pertamina Jadi Motor Pemulihan Ekonomi Lokal

Pemberdayaan Perempuan Pesisir Bali, Pertamina Jadi Motor Pemulihan Ekonomi Lokal

GATRABALI.COMKARANGASEM – Upaya memberdayakan perempuan pesisir pasca bencana banjir terus digalakkan oleh Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Manggis.

Melalui Program Kencana Manggis (Kecamatan Tanggap Bencana Manggis), Pertamina bekerja sama dengan Rumah BUMN Klungkung mengadakan Pelatihan Jamu Herbal Warisan Sehat Nusantara pada Jumat, 31 Oktober 2025 di Kantor Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem.

Kegiatan ini diikuti oleh kelompok-kelompok perempuan pesisir dan tani, seperti Kelompok Wanita Nelayan Eka Bahari Putri, Bunda Segara Madu, Sekar Segara Ayu, Adiwinangun, Tirta Harum Sari, serta Kelompok Wanita Tani Nampo Sari dan Satya Luih Lestari. Selain itu, turut hadir pula ibu-ibu PKK Kecamatan Manggis yang tergabung dalam Sekolah Lapang Perempuan Pesisir.

Baca Juga  HUT ke-38 WHDI Bali, Gubernur Koster Soroti Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Perempuan

Pelatihan tersebut berfokus pada pemanfaatan bahan lokal berupa rempah dan tanaman herbal sebagai bahan utama jamu tradisional. Peserta diajak memahami proses pembuatan jamu secara higienis, mengenal manfaat tiap bahan, hingga strategi kemasan dan pemasaran agar dapat bersaing di pasar modern.

Senior Supervisor HSSE IT Manggis, Budi Yulianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari strategi sosial Pertamina dalam memperkuat ketahanan masyarakat setelah bencana.

“Pemulihan tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga pemberdayaan masyarakat agar mandiri secara ekonomi. Perempuan pesisir memiliki peran besar dalam menjaga kesejahteraan keluarga dan lingkungan,” ujarnya.

Dukungan serupa disampaikan perwakilan Rumah BUMN Klungkung, Sri Widianti, yang menilai bahwa peluang usaha jamu herbal sangat relevan dengan tren gaya hidup sehat saat ini.

Baca Juga  Cuaca Dingin, Seorang Pendaki Terserang Hipotermia di Gunung Abang

“Produk jamu tradisional kini kembali diminati. Melalui pendampingan dan pelatihan ini, kami ingin perempuan pesisir mampu mengelola usaha sendiri, dari produksi hingga pemasaran digital,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Wanita Tani Satya Luih Lestari, Ni Made Suma Mergantini, mengaku pelatihan ini memberikan harapan baru bagi perempuan pesisir untuk bangkit.

“Kami belajar langsung cara meracik jamu dan memahami manfaatnya. Harapan kami, ini bisa menjadi usaha kelompok yang membantu ekonomi keluarga,” tuturnya penuh semangat.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan berlangsung. Mereka mengikuti praktik langsung mulai dari pengolahan bahan jamu, penentuan rasa, hingga simulasi penjualan sederhana.

Baca Juga  Satukan Persepsi, Sekda Buleleng Tekankan Percepat Penurunan Stunting dengan Peningkatan Gizi

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) tentang kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi.

“Pertamina terus mendorong lahirnya inisiatif pemberdayaan masyarakat, terutama bagi perempuan pesisir. Melalui pelatihan seperti ini, kami ingin membangun ketahanan sosial ekonomi yang kuat dan menjaga warisan budaya pengobatan tradisional Indonesia,” tegasnya.

Pertamina IT Manggis bersama Rumah BUMN Klungkung berkomitmen melanjutkan kolaborasi dalam mengembangkan potensi perempuan pesisir, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus melestarikan warisan jamu sebagai simbol Warisan Sehat Nusantara.(ri/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments