GATRABALI.COM, DENPASAR – Peredaran oli palsu yang semakin canggih menjadi perhatian serius Astra Motor Bali. Konsumen kini diimbau untuk tidak hanya mengandalkan tampilan fisik kemasan saat membeli oli, karena produk palsu saat ini memiliki kemiripan yang sangat tinggi dengan produk asli.
Sparepart Manager Astra Motor Bali, Nehemia, menjelaskan bahwa teknologi yang digunakan pelaku pemalsuan terus berkembang. Mulai dari botol, cetakan timbul (emboss), kualitas label, hingga kerapian tutup kemasan dibuat menyerupai produk asli sehingga sulit dibedakan secara kasat mata.
“Kalau hanya melihat kemasan, masyarakat bisa terkecoh karena oli palsu sekarang dibuat sangat mirip dengan yang asli. Karena itu kami mengimbau konsumen untuk melakukan pengecekan lebih lanjut sebelum membeli atau menggunakan produk,” ujarnya.
Menurut Nehemia, salah satu cara yang paling efektif untuk memastikan keaslian oli Honda adalah dengan memanfaatkan QR Code yang terdapat pada kemasan. QR Code tersebut berada di bagian kiri bawah kemasan dan dapat dipindai menggunakan kamera ponsel maupun aplikasi Motorku X.
Setelah dipindai, konsumen akan diarahkan ke laman verifikasi resmi AHM.TO yang menampilkan data produk. Data tersebut kemudian harus dicocokkan dengan informasi yang tercantum pada kemasan oli.
“Nomor yang muncul setelah proses scan harus sama dengan yang ada pada kemasan. Selain itu, nomor serial yang tertera pada botol juga harus sesuai dengan data yang ditampilkan sistem,” jelasnya.
Nehemia mengatakan, untuk meningkatkan keamanan, Astra Honda Motor menerapkan sistem verifikasi berlapis. Konsumen diminta memastikan QR Code mengarah ke situs resmi, mencocokkan kode unit yang muncul setelah pemindaian, serta memeriksa kesesuaian nomor serial pada kemasan dengan data yang ditampilkan sistem.
Selain itu, sistem juga membatasi jumlah pemindaian QR Code hingga maksimal lima kali. Apabila sebuah kode telah dipindai melebihi batas tersebut, konsumen perlu meningkatkan kewaspadaan karena terdapat kemungkinan kode tersebut telah disalin untuk digunakan pada kemasan lain.
“Kalau sudah discan lebih dari lima kali, itu perlu diperhatikan. Sistem pembatasan ini dibuat sebagai salah satu langkah untuk mencegah penyalahgunaan kode pada kemasan oli palsu,” katanya.
Astra Motor Bali berharap masyarakat semakin teliti saat membeli oli dan tidak mudah tergiur harga murah yang tidak wajar. Dengan memanfaatkan fitur verifikasi yang telah disediakan, konsumen dapat memastikan produk yang digunakan benar-benar asli sehingga performa dan umur pakai mesin sepeda motor tetap terjaga.(ri/gb)





