GATRABALI.COM, DENPASAR – PT Pertamina (Persero) memastikan kesiapan pasokan energi penerbangan di Bali menjelang periode liburan pertengahan tahun.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan ke Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Sabtu, 13 Juni 2026.
Kunjungan dilakukan untuk memantau langsung kesiapan fasilitas, keandalan operasional, serta pengelolaan kualitas avtur yang menjadi kebutuhan utama maskapai penerbangan domestik dan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Dalam peninjauannya, Mochamad Iriawan menegaskan bahwa keberlangsungan operasional AFT Ngurah Rai memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi yang bergantung pada sektor transportasi udara.
“Saya sengaja melakukan kunjungan ini untuk memastikan seluruh prosedur operasional berjalan dengan baik. Keandalan AFT Ngurah Rai memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi daerah, serta memperkuat konektivitas udara dari dan menuju Bali. Hal ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan,” ujar Mochamad Iriawan.
Sebagai salah satu fasilitas energi penerbangan utama di Indonesia, AFT Ngurah Rai memiliki kapasitas penyimpanan avtur mencapai 24.300 kiloliter. Terminal ini melayani kebutuhan bahan bakar pesawat untuk seluruh maskapai yang beroperasi di Bali dengan konsumsi rata-rata mencapai 1.495 kiloliter per hari.
Meningkatnya aktivitas penerbangan selama musim liburan membuat kesiapan pasokan dan kualitas avtur menjadi perhatian utama. Karena itu, Pertamina Patra Niaga menerapkan pengawasan berlapis mulai dari penerimaan produk, penyimpanan hingga proses penyaluran ke pesawat.
Aviation Fuel Terminal Manager Ngurah Rai, I Komang Susila Gosa, mengatakan setiap tahapan operasional dilakukan dengan standar keselamatan dan kualitas yang ketat.
“Pelaksanaan pengecekan rutin, pengujian visual maupun spesifikasi produk, serta penerapan aspek keselamatan kerja pada setiap tahapan penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran menjadi komitmen kami dalam menjalankan operasional,” jelas Komang.
Selain meninjau fasilitas penyimpanan dan distribusi avtur, Komisaris Utama Pertamina juga menyaksikan secara langsung proses pemeriksaan kualitas bahan bakar yang dilakukan setiap hari oleh para Perwira Pertamina sebelum produk disalurkan ke pesawat.
Menurut Iriawan, konsistensi penerapan prosedur operasional dan budaya keselamatan menjadi kunci utama dalam menjaga keandalan layanan energi penerbangan.
“Penerapan SOP dengan mengedepankan aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) menjadi prioritas utama sekaligus license to operate bagi Pertamina. Tidak ada toleransi terhadap aspek keselamatan pekerja, keamanan fasilitas, maupun perlindungan lingkungan dalam setiap kegiatan operasional perusahaan,” tegasnya.
Di sisi lain, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyebut sektor penerbangan memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan industri pariwisata dan ekonomi daerah, khususnya Bali yang menjadi salah satu gerbang wisata internasional Indonesia.
“Kelancaran penerbangan memiliki peran penting dalam mendukung sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Karena itu, Pertamina terus menjaga keandalan pasokan avtur sebagai bagian dari dukungan terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. Bali merupakan salah satu destinasi utama Indonesia yang memiliki tingkat konektivitas udara tinggi, sehingga kesiapan energi penerbangan menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran aktivitas wisata dan bisnis,” katanya.
Dengan dukungan fasilitas yang memadai, stok yang terjaga, serta pengawasan operasional yang ketat, Pertamina optimistis kebutuhan avtur selama masa liburan dapat terpenuhi dengan baik sekaligus menjaga kelancaran transportasi udara menuju dan dari Bali.(ri/gb)





