GATRABALI.COM, JEMBRANA – Komoditas kakao kini menjadi andalan Kabupaten Jembrana yang terus dikembangkan secara berkelanjutan dari hulu hingga hilir. Pemerintah Kabupaten Jembrana pun memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kualitas dan pemasaran kakao, yang kini telah menembus pasar internasional.
Melalui kemitraan dengan berbagai pihak, Pemkab Jembrana gencar mendorong terwujudnya kebun-kebun kakao bersertifikasi yang mampu menghasilkan produk kakao fermentasi berkualitas tinggi dengan karakteristik “Organik Aromatik Spesifik”.
Wujud konkret dari upaya tersebut adalah penyaluran bantuan berupa 19.999 bibit kakao unggulan dan 99,9 ton pupuk organik kepada delapan subak abian dan kelompok tani. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna pada Minggu (11/5/2025), di Kelompok Tani Kakao Rastani, Banjar Candikusuma, Desa Candikusuma.
“Jumlah bibit yang diberikan cukup besar, dananya juga hampir mencapai setengah miliar rupiah yang bersumber murni dari APBD. Saya ingin bantuan ini benar-benar berdampak bagi petani,” ujar Bupati Kembang saat menyerahkan bantuan secara simbolis.
Diharapkan, bantuan ini mampu mendongkrak produktivitas dan daya saing kakao Jembrana, yang saat ini produksinya telah menyentuh angka 3.000 ton per tahun.
Keberhasilan kakao Jembrana memasuki pasar ekspor menjadi motivasi tersendiri bagi Bupati dan Wakil Bupati untuk terus memperkuat sektor ini. Salah satunya adalah dengan mengupayakan dana bagi hasil dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di bawah naungan Kementerian Keuangan.
“Kakao kita sudah ekspor, jadi kami akan berkirim surat agar bisa memperoleh dana bagi hasil dari cukai. Nantinya, dana itu akan difokuskan sepenuhnya untuk kesejahteraan petani kakao,” jelasnya.
Bupati Kembang juga menegaskan bahwa Pemkab Jembrana tidak akan terlalu menyebar pengembangan ke banyak komoditas, melainkan akan fokus menjadikan kakao sebagai komoditas utama andalan daerah.
“Komoditas yang kami kembangkan tidak banyak, namun kami prioritaskan kakao. Semoga seluruh petani kakao di Jembrana bisa sukses,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Kertha Buana, Ketut Sudiarsa, yang berasal dari Banjar Mekarsari, Desa Manistutu, menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah daerah.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati atas bantuan bibit dan pupuk ini. Harapan kami, semoga ke depan tidak hanya bantuan bibit, tapi juga ada pendampingan secara langsung dalam pengembangan kakao,” katanya.(ism/gb)





