GATRABALI.COM, KARANGASEM – Pengamanan pelaksanaan Ida Bhatara Turun Kabeh 2026 di Pura Agung Besakih dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan ratusan personel gabungan serta dukungan sistem pemantauan berbasis teknologi.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa aspek keamanan menjadi prioritas utama agar seluruh rangkaian upacara berjalan tertib dan lancar. Sebanyak 545 personel dari unsur kepolisian, TNI, pecalang, panitia, dan instansi terkait dikerahkan dan bersiaga selama 24 jam.
Pengamanan dilakukan dengan pola berlapis, mencakup pengawasan terbuka dan tertutup, serta penempatan petugas di titik-titik strategis yang dinilai rawan.
“Semua potensi gangguan harus diantisipasi sejak awal agar kegiatan berlangsung aman,” ujar Koster.
Beberapa potensi kerawanan yang diwaspadai meliputi kepadatan di jalur tertentu, potensi kehilangan barang, hingga ketertiban layanan transportasi seperti ojek. Untuk itu, tim pengurai juga disiapkan guna merespons cepat jika terjadi penumpukan.
Di sisi lain, pengawasan diperkuat melalui pemasangan lebih dari 144 kamera CCTV yang terhubung langsung ke pusat kendali. Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi kawasan secara real time sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Selain itu, dukungan komunikasi juga diperluas melalui jaringan informasi terpadu yang memanfaatkan sistem audio serta koordinasi dengan ORARI untuk mempercepat penyebaran informasi di lapangan.
Fasilitas posko layanan publik turut disiapkan untuk membantu masyarakat, termasuk penanganan barang hilang, informasi umum, hingga membantu pemedek yang membutuhkan bantuan.
Penataan pedagang juga menjadi bagian dari pengamanan. Seluruh pedagang diwajibkan menempati zona yang telah ditentukan dan tidak diperkenankan berjualan di jalur utama, guna menjaga kelancaran arus pemedek.
“Penegakan aturan dilakukan demi kenyamanan bersama, sehingga semua pihak dapat beraktivitas dengan aman,” tegas Koster.
Sosialisasi terkait tata tertib pelaksanaan IBTK juga terus dilakukan hingga ke tingkat desa melalui perangkat desa, bendesa adat, serta berbagai kanal informasi.
Dengan penguatan personel, teknologi pemantauan, dan sistem komunikasi yang terintegrasi, pengamanan IBTK 2026 diharapkan mampu menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif.(ism/gb)





