GATRABALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali kembali mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul beredarnya penipuan berkedok giveaway yang mencatut nama Gubernur Bali.
Modus ini menyebar lewat pesan WhatsApp, panggilan video, hingga dokumen berlogo instansi pemerintah yang sengaja dipalsukan untuk meyakinkan calon korban.
Sejumlah warga mengaku menerima pesan bahwa mereka “memenangi hadiah” bernilai besar. Pelaku lalu meminta korban mentransfer Rp350.000 sebagai biaya administrasi sebelum hadiah diklaim. Untuk memperkuat tipu daya, pelaku turut mengirimkan surat dan berkas yang menyerupai keluaran Kemenkeu, OJK, Polri, hingga DJP.
Pemprov Bali menegaskan bahwa informasi tersebut sepenuhnya bohong dan tidak pernah ada program undian, pemberian hadiah tunai, atau permintaan biaya aktivasi hadiah dari pemerintah daerah maupun Gubernur Bali.
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, IB Surja Manuaba, menyampaikan agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran hadiah dadakan.
“Setiap permintaan transfer dana atas nama program pemerintah adalah indikasi penipuan. Masyarakat kami imbau untuk langsung mengabaikan pesan tersebut dan tidak memberikan data pribadi apa pun,” ujarnya pada Jumat, (28/11/2025).
Ia juga menyoroti penggunaan foto pejabat serta kop surat palsu yang kerap dipakai pelaku untuk mengelabui korban.
Pemprov Bali meminta warga yang menemukan pesan serupa agar segera melapor ke kepolisian, kanal resmi Pemprov Bali, atau melalui lapor.go.id untuk penanganan lebih lanjut.(ism/gb)





