spot_img
spot_img
BerandaBaliPertamina Dorong Kemandirian Difapreneur dan Skizopreneur di Denpasar

Pertamina Dorong Kemandirian Difapreneur dan Skizopreneur di Denpasar

GATRABALI.COMDENPASAR – Momentum Hari Kebangkitan Nasional dimanfaatkan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus untuk memperkuat program pemberdayaan ekonomi bagi kelompok rentan melalui keberlanjutan Program DIFEL Café dan Skizopreneur Rumah Berdaya di Kota Denpasar, Rabu (Rabu 20/5/2026).

Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan melalui Fuel Terminal Sanggaran tersebut kini memasuki Tahap IV dengan fokus pada penguatan profesionalisme, tata kelola usaha, legalitas, hingga perluasan pasar agar mampu menciptakan usaha inklusif yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

DIFEL Café yang merupakan singkatan dari Disability & Female Empowerment Leader bersama program Skizopreneur Rumah Berdaya hadir sebagai ruang pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas dan penyintas skizofrenia yang selama ini masih menghadapi stigma sosial serta keterbatasan akses kerja formal.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, semangat Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat penting untuk membangun kemandirian ekonomi yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Baca Juga  Gubernur Koster Usulkan Program Advokat Masuk Desa untuk Wujudkan Keadilan Merata di Bali

“Momentum Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ini menjadi pemantik bagi kami di Pertamina Patra Niaga untuk menegaskan kembali komitmen mewujudkan kemandirian bangsa yang seutuhnya, kemandirian yang tidak meninggalkan siapapun di belakang, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas dan penyintas skizofrenia. Melalui Program Tahap IV ini, kami berfokus pada standardisasi dan profesionalisasi manajemen usaha agar DIFEL Café dan unit Skizopreneur memiliki daya saing yang setara di pasar modern. Ini adalah bentuk nyata dari esensi kebangkitan: bangkit bersama secara ekonomi, meruntuhkan stigma sosial, dan membangun ekosistem usaha berkelanjutan yang setara,” ujar Ahad Rahedi.

Pada tahap terbaru ini, Pertamina menitikberatkan pendampingan pada aspek penyusunan SOP usaha, peningkatan kualitas layanan, sertifikasi halal, strategi pemasaran digital, hingga penguatan pengelolaan keuangan sederhana.

Baca Juga  DPRD Bali Rampungkan Enam Raperda Strategis, dari Disabilitas hingga Pengendalian Alih Fungsi Lahan

Ketua KUBE Gantari Jaya Graha Nawasena, I Nyoman Juniarta menyebut program pendampingan tersebut membantu meningkatkan kepercayaan diri dan profesionalisme pengelolaan usaha yang dijalankan kelompoknya.

“Kami di KUBE Gantari Jaya Graha Nawasena sangat merasakan dampak positif pendampingan dari Pertamina. Kehadiran DIFEL Café membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk produktif dan mandiri. Masuknya program Tahap IV yang fokus pada penyusunan SOP usaha, perbaikan layanan, dan pemenuhan sertifikasi halal ini adalah langkah besar yang kami butuhkan untuk menepis stigma dan membuktikan bahwa manajemen operasional kami bisa dikelola secara profesional layaknya bisnis modern komersial,” ujar I Nyoman Juniarta.

Sementara itu, program Skizopreneur Rumah Berdaya terus mengembangkan unit usaha produksi dupa dan jasa cuci motor yang menjadi bagian dari proses terapi psikososial sekaligus pemberdayaan ekonomi bagi penyintas gangguan kesehatan mental.

Baca Juga  Meriahkan Pesta Rakyat, Wabup Badung Ajak Masyarakat Abianbase Tumbuhkan Semangat Gotong Royong

Ketua Program Skizopreneur Rumah Berdaya, I Nyoman Sudiasa menilai penguatan legalitas usaha dan pemasaran menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan usaha para penyintas.

“Bagi para penyintas gangguan kesehatan mental di Rumah Berdaya, program Skizopreneur bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan ruang terapi psikososial dan pemulihan martabat. Melalui lini produksi dupa dan cuci motor, teman-teman penyintas membuktikan bahwa mereka mampu berdaya. Intervensi perbaikan legalitas usaha serta penguatan strategi pemasaran dari Pertamina pada Tahap IV ini sangat krusial agar produk kami mampu bersaing secara stabil di pasar yang lebih luas dan membawa kemandirian jangka panjang,” jelas I Nyoman Sudiasa.

Melalui program tersebut, Pertamina berharap pemberdayaan ekonomi inklusif yang dijalankan di Denpasar dapat menjadi contoh nasional dalam menciptakan peluang usaha yang setara bagi penyandang disabilitas maupun penyintas gangguan kesehatan mental.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments