spot_img
spot_img
BerandaBaliPjs Bupati Jembrana Sampaikan Duka Cita untuk Keluarga Korban Tenggelam di Sungai...

Pjs Bupati Jembrana Sampaikan Duka Cita untuk Keluarga Korban Tenggelam di Sungai Gelar

GATRABALI.COMJEMBRANAPejabat sementara (Pjs) Bupati Jembrana, I Ketut Sukra Negara, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban tenggelam yang terseret arus saat mandi di wisata Sungai Gelar, Banjar Palungan Batu, Desa Batuagung, pada Senin (30/9/2024) lalu.

Ucapan duka tersebut disampaikan secara langsung saat Pjs Bupati menyerahkan santunan duka cita kepada ahli waris korban.

Dalam kesempatan tersebut, keluarga masing-masing korban, Rama Fahmi Zaki dan Daffa Alfian Haffiz, yang keduanya berusia 14 tahun dan merupakan warga Desa Pengambengan, menerima santunan sebesar Rp 10 juta.

“Kami atas nama pribadi dan Pemkab Jembrana mengucapkan turut berduka cita atas musibah tenggelamnya dua anak warga desa Pengambengan. Semoga seluruh amal ibadah almarhum diterima oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Pjs Bupati Sukra Negara pada Jumat, 25 Oktober 2024.

Baca Juga  Nenek Berusia 100 Tahun Terjatuh ke Dalam Sumur di Jembrana

Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jembrana telah mengalokasikan anggaran dalam APBD untuk memberikan santunan kematian bagi warga yang meninggal akibat musibah bencana. Program ini dirancang untuk membantu meringankan beban keluarga yang tengah berduka.

“Pemerintah Kabupaten Jembrana telah menganggarkan santunan kematian dalam APBD, sehingga warga yang terkena musibah dapat menerima bantuan ini. Kami berharap program ini dapat memberikan sedikit ketenangan dan meringankan beban keluarga yang tengah mengalami kesedihan yang mendalam,” ungkapnya.

Pjs Bupati juga menekankan bahwa program santunan kematian merupakan inisiatif tahunan yang didanai dari APBD, dengan tujuan memperkuat solidaritas sosial di masyarakat Jembrana.

Baca Juga  Dari Nusa Dua, Mobil Run The Island Hadirkan Definisi Baru Wellness dan Gaya Hidup

Meski menyampaikan duka, Pjs Bupati meminta kepada orang tua almarhum untuk mengikhlaskan kepergian putra-putranya dan bersabar menghadapi ujian ini.

Terkait peristiwa tersebut, Sukra Negara mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat mandi di sungai, terutama dengan kondisi cuaca ekstrem yang akhir-akhir ini melanda.

“Saya harap tidak ada lagi kejadian seperti ini. Jika cuaca tidak mendukung atau situasi sekitar sepi, lebih baik ditunda,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, menjelaskan bahwa bantuan tak terduga (BTT) sudah ditetapkan dalam Peraturan Bupati No 14 tahun 2024. Bantuan ini berasal dari APBD dan ditujukan untuk masyarakat yang terdampak bencana, termasuk mereka yang meninggal dunia, sakit, serta bantuan stimulan bagi rumah yang rusak.

Baca Juga  Gubernur Koster dan LPSK RI Tegaskan Komitmen Bersama Lindungi Warga dan Korban Kejahatan

Agus Artana Putra menambahkan bahwa untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, pihaknya akan melatih pengelola objek wisata (pokdarwis) dengan menghadirkan narasumber dari Basarnas, guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam menyelamatkan orang dalam kondisi darurat.

“Paling tidak, SDM kita latih dulu agar mengerti bagaimana menyelamatkan orang dalam kondisi apapun di lapangan, jangan sampai hanya membuka objek wisata tanpa ada pengamanan yang memadai,” tegasnya.(gus/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments