GATRABALI.COM, JEMBRANA – Duka menyelimuti keluarga I Kadek Mas Heriadi (34), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, yang meninggal dunia di Ibaraki, Jepang, pada Minggu, 24 Mei 2026.
Menyikapi peristiwa tersebut, Pemerintah Kabupaten Jembrana bersama berbagai pihak bergerak cepat mengurus proses pemulangan jenazah agar dapat segera kembali ke kampung halamannya.
Sehari setelah menerima informasi meninggalnya almarhum, Pemkab Jembrana bersama Satgas BP3MI Bali langsung mendatangi rumah duka untuk bertemu keluarga. Pertemuan tersebut juga melibatkan pemerintah kelurahan serta Bendesa Adat Tegalcangkring guna memastikan seluruh kebutuhan administrasi dan koordinasi berjalan lancar.
Di saat yang sama, BP3MI Bali berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang untuk memfasilitasi proses pemulangan jenazah dari negeri Sakura ke Bali.
Tidak hanya membantu proses administrasi, Pemkab Jembrana juga menyiapkan dukungan bagi keluarga almarhum, mulai dari fasilitasi transportasi menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai hingga penyediaan ambulans untuk mengantar jenazah menuju rumah duka setibanya di Bali.
Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, almarhum sempat mengalami gangguan kesehatan sekitar satu bulan lalu dengan keluhan pembengkakan pada bagian kaki. Saat itu ia telah mendapatkan penanganan medis di klinik setempat.
Namun kondisi kesehatannya terus menurun. Lima hari sebelum meninggal dunia, almarhum tidak lagi mampu bekerja dan kembali dibawa ke rumah sakit. Meski demikian, ia memilih pulang dan berharap kesehatannya membaik sehingga bisa segera kembali ke Bali.
Harapan tersebut tidak terwujud. Almarhum menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu, 24 Mei 2026 dengan didampingi sang adik, Komang Eri Wahyudi (24), yang juga sedang menjalani program pemagangan di Jepang. Selama masa kritis, adiknya diketahui terus mendampingi dan merawat almarhum hingga akhir hayat.
Di tengah kesedihan keluarga, muncul kepedulian yang luar biasa dari komunitas PMI asal Bali di Jepang. Begitu kabar duka tersebar, para PMI bergotong royong mengumpulkan bantuan dana untuk mendukung proses pemulangan jenazah sambil menunggu seluruh dokumen kepulangan selesai diproses.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen memberikan pendampingan penuh hingga proses pemulangan selesai.
“Bekerja sama dengan berbagai pihak, kita akan upaya percepatan pengurusan administrasi pemulangan almarhum sesegera mungkin. Kami mewakili pemerintah daerah menyampaikan terima kasih kepada semeton PMI Bali di Jepang yang memiliki rasa menyama braya yang kuat untuk ikut membantu kepulangan almarhum,” ujarnya.
Menurut Mirah, langkah yang dilakukan merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada warga Jembrana yang bekerja di luar negeri. Untuk itu, koordinasi terus dilakukan dengan BP2MI sebagai lembaga yang memiliki kewenangan di tingkat pusat dalam penanganan persoalan pekerja migran.
“Kami juga terus bersinergi dengan BP2MI yang memegang wewenang di tingkat pusat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan PMI selama ini,” katanya.
Peristiwa ini tidak hanya menunjukkan pentingnya perlindungan bagi pekerja migran Indonesia, tetapi juga memperlihatkan kuatnya semangat menyama braya di kalangan PMI Bali di luar negeri yang hadir membantu sesama saat menghadapi situasi sulit.(ri/gb)





