GATRABALI.COM, DENPASAR – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Denpasar menandai usia ke-29 dengan sebuah perayaan sederhana namun penuh makna yang digelar di SMP Negeri 13 Denpasar, Selasa (24/6/2025).
Dalam acara ini, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, hadir mewakili Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.
Momentum ini juga dimanfaatkan sebagai ajang pelepasan kontingen Jumbara PMR Kota Denpasar dan kegiatan pengabdian masyarakat, yang menjadi bagian penting dari penguatan nilai kemanusiaan di kalangan generasi muda.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, anggota DPRD Kota Denpasar I Made Mudra, para camat se-Kota Denpasar, jajaran OPD terkait, serta para donatur dan pihak sekolah. Acara juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman pembentukan PMR di SMPN 13 Denpasar, serta pemberian penghargaan kepada pemenang lomba dan donatur.
Sekretaris PMI Kota Denpasar, I Gusti Agung Anom Suradi, menjelaskan bahwa rangkaian peringatan HUT PMI tahun ini melibatkan banyak elemen masyarakat. Berbagai kegiatan telah digelar sebelumnya, mulai dari lomba memancing, lomba memasak jajanan tradisional Bali, hingga pelayanan kesehatan, serta Jumbara 3 PMR yang diikuti oleh 28 sekolah dari berbagai jenjang.
“Ini adalah cara kami untuk mempererat hubungan PMI dengan masyarakat, khususnya generasi pelajar. Sekaligus menunjukkan bahwa PMR bukan hanya tentang pelatihan, tapi juga tentang penguatan karakter dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Sekda Alit Wiradana menyampaikan apresiasinya atas kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran PMI Kota Denpasar. Ia menekankan bahwa penguatan organisasi kemanusiaan sejak usia dini merupakan bagian dari pembangunan karakter menuju Denpasar yang lebih maju dan humanis.
“PMI telah menjadi mitra penting dalam penanganan sosial dan kemanusiaan di Denpasar. Saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-29 dan terima kasih atas kontribusi nyata para relawan yang telah bekerja tanpa pamrih,” kata Alit.
Ia menambahkan, semangat “Vasudhaiva Kutumbakam” atau “Kita Semua Bersaudara” menjadi dasar yang kuat untuk mendorong semangat menyama braya dan gotong royong yang terus tumbuh di Kota Denpasar.(gb)





