spot_img
BerandaBaliPrabowo Resmikan PLTS 300 MWp di Gilimanuk, Bali Ditarget Bebas Pembangkit BBM...

Prabowo Resmikan PLTS 300 MWp di Gilimanuk, Bali Ditarget Bebas Pembangkit BBM pada 2028

GATRABALI.COM, JEMBRANA – Pemerintah mulai mengakselerasi pengembangan energi surya di Indonesia melalui Program PLTS 100 Gigawatt Peak (GWp).

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program tersebut sekaligus melakukan peletakan batu pertama PLTS Gilimanuk di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.

PLTS Gilimanuk menjadi salah satu proyek awal dari program energi surya berskala nasional tersebut. Pembangkit ini dirancang berkapasitas 300 MWp dengan dukungan Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 1.000 MWh.

Nilai investasi proyek mencapai Rp9,157 triliun. Pembangkit ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2028 dan menjadi salah satu instrumen untuk mengurangi hingga menghilangkan ketergantungan sistem kelistrikan Bali terhadap pembangkit berbahan bakar minyak.

Dalam peresmian tersebut, Prabowo hadir bersama Gubernur Bali Wayan Koster, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Bupati Jembrana, Wakil Bupati Jembrana dan sejumlah pejabat lainnya.

Baca Juga  Generasi Muda Denpasar Berkreasi dalam TTD Fest 2024, Walikota Resmi Tutup Acara

Secara teknis, PLTS Gilimanuk akan terhubung dengan jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Negara-Gilimanuk. Pengoperasiannya dikembangkan melalui skema Independent Power Producer (IPP).

Pembangkit yang dibangun di atas lahan sekitar 321 hektare itu diproyeksikan mampu menghasilkan energi sekitar 470 GWh per tahun. Produksi tersebut sekaligus diperkirakan menekan penggunaan bahan bakar minyak hingga 151 ribu kiloliter setiap tahun.

Peluncuran PLTS Gilimanuk menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan sekaligus kemandirian energi Indonesia. Program PLTS 100 GWp diawali dengan 14 proyek yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau.

Baca Juga  Wali Kota Jaya Negara: Kunjungan Presiden di Denpasar Jadi Penguat Semangat Warga Terdampak Banjir

“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi meluncurkan program pembangkit listrik tenaga surya 100 GWp, diawali dengan 14 PLTS yang tersebar di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau. Ini merupakan program untuk mewujudkan kemandirian energi Indonesia,” ujar Prabowo.

Presiden menargetkan keseluruhan program PLTS 100 GWp dapat terealisasi dalam waktu tiga tahun. Ia bahkan optimistis pengerjaan program tersebut dapat rampung lebih cepat dari target yang telah ditentukan.

Tahap awal program mencakup pembangunan 14 PLTS dengan total kapasitas sekitar 5,2 GWp. Selain PLTS Gilimanuk, proyek tersebut meliputi PLTS Madura berkapasitas 605 MWp, PLTS Cirata 1.250 MWp, PLTS Jatigede 636 MWp dan PLTS Jatiluhur 1.688 MWp.

Baca Juga  Kembang - Ipat Jajal Sirkuit Perancak, Tunjukkan Dukungan Nyata untuk Olahraga Rally

Berbagai proyek lain juga telah masuk dalam tahapan tender, konstruksi, groundbreaking maupun peresmian di sejumlah daerah.

Program PLTS 100 GWp secara keseluruhan diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp1.140 triliun. Pemerintah memproyeksikan pengembangan energi surya tersebut mampu menekan biaya penggunaan bahan bakar minyak hingga Rp73,9 triliun setiap tahun.

Dari sisi ekonomi, program ini juga diproyeksikan membuka jutaan lapangan pekerjaan. Tahap konstruksi diperkirakan menyerap sekitar 3,46 juta tenaga kerja, sedangkan sektor manufaktur diproyeksikan menciptakan lebih dari 2 juta lapangan pekerjaan.

Dengan pembangunan PLTS Gilimanuk dan proyek serupa di berbagai daerah, pemerintah menempatkan energi surya sebagai salah satu fondasi dalam mempercepat transisi energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil.(ism/gatrabali)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments