GATRABALI.COM, JEMBRANA – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, mendorong para kader Posyandu untuk lebih sigap dalam merespons berbagai kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan sosial bertajuk Membina dan Berbagi yang digelar TP Posyandu Provinsi Bali di Wantilan Pura Puseh Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Senin (9/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, pembinaan tidak hanya menyasar kader Posyandu di Desa Pulukan, tetapi juga melibatkan kader dari Desa Madewi yang masih berada di wilayah Kecamatan Pekutatan. Program ini menjadi bagian dari upaya sosialisasi transformasi Posyandu sesuai amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024.
Pada kesempatan itu, Putri Koster menjelaskan bahwa peran Posyandu saat ini telah mengalami perluasan. Jika sebelumnya lebih fokus pada layanan kesehatan masyarakat, kini Posyandu turut berperan dalam enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni bidang kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat.
“Peran Posyandu kini tidak hanya terkait layanan kesehatan. Kader juga diharapkan mampu membantu masyarakat dalam berbagai bidang pelayanan lainnya,” ujarnya.
Untuk memperkuat pemahaman kader terkait transformasi tersebut, TP Posyandu Provinsi Bali akan menyelenggarakan Bimbingan Teknis Bina Kader Posyandu se-Bali yang berlangsung pada 10–12 Maret 2026 di UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
Putri Koster berharap para kader dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal.
Ia juga mengingatkan kader Posyandu agar lebih peka terhadap persoalan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat. Misalnya, apabila terdapat keluarga yang mengalami kesulitan dalam menyekolahkan anaknya, kader Posyandu di bidang pendidikan diharapkan dapat membantu memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah desa untuk mencari solusi.
Selain itu, kader juga diharapkan berperan dalam membantu penanganan persoalan sosial lain seperti penyalahgunaan narkoba maupun kasus kekerasan dalam rumah tangga dengan berkoordinasi bersama pihak terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Putri Koster turut menyosialisasikan program Pemerintah Provinsi Bali, yakni Satu Keluarga Satu Sarjana, yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi.
Ia juga mengajak kader Posyandu untuk ikut berperan dalam upaya penanganan sampah melalui gerakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Palemahan Kedas. Menurutnya, pengolahan sampah organik dapat dilakukan melalui komposter atau teba modern, sementara sampah anorganik dapat ditangani melalui fasilitas TPS3R dan TPST.
Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kabupaten Jembrana, Ny. Ani Setiawarini Kembang Hartawan, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pembinaan yang diberikan kepada kader Posyandu di wilayahnya.
Ia menilai kehadiran Putri Koster menjadi motivasi bagi para kader untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu yang kini mengemban enam standar pelayanan minimal.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, TP PKK Provinsi Bali juga menyerahkan bantuan sosial kepada 132 kader Posyandu di Desa Pulukan dan Desa Madewi. Setiap paket bantuan berisi 30 kilogram beras, dua krat telur, serta dua kotak susu.
Kegiatan sosial itu juga diisi dengan pemaparan materi dari Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata. Ia menjelaskan bahwa Posyandu kini telah bertransformasi menjadi lembaga kemasyarakatan desa yang berperan sebagai mitra pemerintah desa dalam mendukung pelayanan masyarakat, pembangunan, serta pemberdayaan warga.(ism/gb)





