spot_img
spot_img
BerandaBaliPutri Koster Dukung Teknologi Komposter Lokal Atasi 72 Persen Sampah Organik Bali

Putri Koster Dukung Teknologi Komposter Lokal Atasi 72 Persen Sampah Organik Bali

GATRABALI.COM, DENPASAR – Ketua TP PKK Provinsi Bali sekaligus Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Padas, Ny. Putri Suastini Koster, kembali menegaskan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam menyikapi persoalan sampah.

Ia menekankan, yang dibutuhkan bukan sekadar membuang sampah, melainkan mengelola sejak dari sumber agar kembali bermanfaat bagi alam.

Hal itu disampaikan saat dirinya mengunjungi Shiva Industries Indonesia di kawasan Bung Tomo, Denpasar, Selasa, 16 September 2025.

Perusahaan ini dikenal memproduksi on-site rapid composter, mesin yang mampu mengolah sampah organik menjadi kompos berkualitas hanya dalam 24 jam.

Baca Juga  Kakek Sempat Dikabarkan Hilang di Nusa Penida Ditemukan Meninggal Dunia Siang Tadi

“Ini kabar baik untuk Bali. Mesin ini bisa mengolah sampah organik mulai dari 300 kilogram per hari. Sangat cocok untuk hotel, restoran, dan TPS3R. Dengan teknologi ini, kita tidak perlu lagi menumpuk sampah di TPA Suwung. Semuanya bisa diselesaikan di sini. Dari alam, kembali ke alam,” ujar Putri Koster.

Ia menambahkan, selama 41 tahun Bali salah langkah dalam penanganan sampah karena hanya berfokus pada pembuangan. Kini, solusi nyata ada pada pengelolaan berbasis sumber.

“Kalau ada kemauan, pasti ada jalan. Masyarakat mulai sadar, saatnya kita wujudkan Bali bebas TPA,” tegasnya.

Baca Juga  Putri Koster Tekankan Profesionalisme Panitia Jelang Bimtek Kader Posyandu

Mesin komposter karya Shiva Industries tersedia dalam kapasitas 300–500 kilogram hingga 1,5 ton per hari dengan harga sekitar Rp400 juta. Putri Koster berharap, jika setiap TPS3R memiliki mesin ini, masalah sampah organik bisa tuntas di tingkat desa atau komunitas.

Pendiri Shiva Industries Indonesia, Tobias Wilson, yang hadir bersama mitranya Ketut Punia, mengungkapkan bahwa teknologi ini hadir menjawab tantangan serius di Bali.

“Sampah organik mencapai 72 persen dari total timbulan sampah. Kami ingin memberikan solusi yang murah, ramah lingkungan, dan berakar dari gerakan komunitas. Prinsip kami sederhana: dari Bali untuk Bali,” jelasnya.

Baca Juga  Dukung Fashion Lokal, Dekranasda Bali Kembangkan Ekosistem Desainer ke Level Global

Menggunakan sistem digester aerobik, teknologi ini tidak menghasilkan emisi dan membutuhkan perawatan minimal. Hasilnya berupa kompos premium yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian organik maupun penghijauan di perkotaan.

Kehadiran teknologi ini diharapkan menjadi langkah penting Bali menuju pengelolaan sampah berbasis sumber, sekaligus mengurangi ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang selama ini menjadi persoalan kronis di Pulau Dewata.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments