GATRABALI.COM, JEMBRANA — Pemerintah Kabupaten Jembrana menggelar refleksi akhir tahun 2025 yang berlangsung khidmat dan penuh makna di Gedung Kesenian Bung Karno, Rabu, 31 Desember 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna memaparkan capaian visi dan misi pemerintahan selama satu tahun kepemimpinan mereka di tahun 2025.
Berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat berhasil direalisasikan. Di antaranya bantuan mobil pikap untuk desa adat, program bedah warung, pembangunan Rumah Singgah Harmoni, penyediaan mobil layanan antar-jemput pasien, serta kredit subsidi tanpa bunga dan tanpa jaminan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana.
Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan sosial dan ekonomi masyarakat.
Selain itu, Pemkab Jembrana juga menyalurkan dana talangan gabah kepada KUD sebagai bentuk dukungan terhadap petani, serta meningkatkan nilai beasiswa mahasiswa dari Rp3 juta menjadi Rp4,5 juta, termasuk bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di kampus lokal Jembrana.
Pada bidang sosial dan keagamaan, pemerintah menghadirkan layanan metatah massal gratis, sunatan massal gratis, serta ngaben massal yang mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Di sektor pertanian dan infrastruktur, pemerintah daerah melakukan perbaikan saluran irigasi, pembangunan sumur pertanian dan sumur bendungan, serta peningkatan kualitas jalan dan jembatan.
Penguatan ekonomi kerakyatan juga dilakukan melalui pengembangan UMKM dengan menggandeng ritel modern, penyediaan kios UMKM baru, bantuan bagi kelompok peternak, serta pengembangan komoditas unggulan daerah melalui penyerahan bibit dan ekspor kakao.
Sementara di bidang seni dan budaya, Pemkab Jembrana memperluas ruang ekspresi seniman lokal melalui penyelenggaraan Jegog Festival Jembrana. Festival ini menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif daerah.
Di hadapan ribuan masyarakat yang hadir menyambut malam pergantian tahun, Bupati Kembang Hartawan menyampaikan bahwa perjalanan kepemimpinannya bersama Wakil Bupati di tahun 2025 dilalui dengan berbagai tantangan, namun juga membawa kebanggaan tersendiri.
“Tahun 2025 adalah tahun yang penuh makna. Kepercayaan masyarakat untuk memimpin Jembrana menjadi tanggung jawab besar yang kami jalani dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah program yang belum sepenuhnya terealisasi. Oleh karena itu, tahun 2026 akan menjadi momentum untuk bekerja lebih keras dan fokus dalam mewujudkan seluruh visi dan misi pembangunan daerah.
“Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Jembrana. Dengan kebersamaan dan kerja gotong royong, kami yakin Jembrana yang maju, harmoni, dan bermartabat dapat terwujud,” tegasnya.
Rangkaian refleksi akhir tahun berlangsung sederhana tanpa pesta kembang api. Prosesi parade lilin dan doa bersama digelar sebagai bentuk refleksi dan harapan agar Indonesia terhindar dari bencana serta diberkahi keselamatan.
Puncak acara ditandai dengan pemukulan kulkul secara bersama-sama oleh Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, Forkopimda, serta tokoh masyarakat. Dentang kulkul menjadi simbol resmi pergantian tahun 2025 menuju 2026, disaksikan ribuan warga yang memadati lokasi acara.
Malam pergantian tahun tersebut juga dimeriahkan oleh kehadiran stan UMKM lokal, penampilan musisi Jembrana dan Bali, serta peluncuran Jembrana Anthem sebagai identitas dan kebanggaan baru masyarakat Bumi Makepung.
Di akhir acara, jajaran pemerintah daerah menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru 2026 dengan harapan Jembrana terus melangkah maju dan semakin bermartabat.(ri/gb)





