spot_img
BerandaBali'Sanan Tuak' Drama Gong Lawas Bangkitkan Nostalgia, Ribuan Penonton Padati Ardha Candra

‘Sanan Tuak’ Drama Gong Lawas Bangkitkan Nostalgia, Ribuan Penonton Padati Ardha Candra

GATRABALI.COM, DENPASAR – Ribuan pasang mata tertuju ke Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Rabu malam (2/7/2025), saat Drama Gong Lawas Paguyuban Peduli Seni menampilkan lakon bertajuk “Sanan Tuak”.

Pentas ini menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pertunjukan tradisional Bali yang digelar dalam suasana penuh kekhidmatan dan apresiasi budaya.

Gubernur Bali Wayan Koster, bersama istri Ny. Putri Koster, turut hadir menyaksikan pertunjukan yang digarap oleh seniman-seniman lintas generasi dari Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar.

Lakon “Sanan Tuak” mengangkat kisah kepemimpinan yang disalahgunakan, saat Raja Surya Kencana tunduk pada bisikan jahat Patih Agung yang culas dan licik. Kezaliman yang terjadi di dalam puri akhirnya memantik perlawanan rakyat. Dengan restu dan simbol keberanian berupa “sanan tuak” pemberian mendiang Ki Dukuh Tanggun Titi, I Made Karuna dan Luh Santhi bangkit memimpin perlawanan, hingga akhirnya keadilan ditegakkan dan keduanya bersatu dalam pernikahan.

Baca Juga  Tim Hukum Koster-Giri Diperkuat 200 Advokat untuk Amankan Pilgub Bali 2024

Cerita yang sarat pesan moral ini diperankan secara apik oleh 21 seniman, termasuk Sang Ayu Ganti, Luh Sasih Arini (Mongkeg), Komang Apel, Ida Bagus Raka Pujana, Nyoman Supadma, dan Jro Made Jani. Walau tanpa sosok legendaris Nyoman Suberata (Petruk), pertunjukan tetap berhasil menghidupkan suasana lewat humor cerdas dan akting kuat para pemain.

Baca Juga  Ruang Bali Dijaga, Pansus TRAP DPRD Bali Soroti Usaha di Kawasan LP2B dan LSD

Suguhan seni tersebut diiringi alunan gamelan khas drama gong oleh Sekaha Penabuh Paguyuban Peduli Seni, menambah magis suasana panggung. Ribuan penonton tidak beranjak dari tempat duduk mereka hingga akhir pertunjukan, bahkan ribuan lainnya turut menyaksikan secara daring melalui kanal YouTube resmi.

Ketua Paguyuban, Anak Agung Gede Oka Aryana, menjelaskan bahwa pertunjukan ini digagas sebagai wadah silaturahmi antar pelaku seni lawas serta mendorong regenerasi dan eksistensi drama gong di tengah arus budaya populer.

Baca Juga  Putri Koster Dorong Aksara Bali Tetap Hidup, Teknologi Justru Bisa Jadi Peluang

“Ini bukan sekadar pertunjukan, tapi panggilan untuk menghidupkan kembali seni drama gong yang mulai jarang ditampilkan. Kami ingin menyatukan seniman lama, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk ikut menjaga warisan budaya ini,” tuturnya.

Gubernur Koster memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini, menyebut seni pertunjukan tradisional seperti drama gong sebagai benteng budaya Bali yang harus terus dijaga dan dikembangkan.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments