spot_img
spot_img
BerandaBaliSanggar Anglocita Suara Sajikan Perenungan Mendalam Lewat Kisah Si Luh Pasek

Sanggar Anglocita Suara Sajikan Perenungan Mendalam Lewat Kisah Si Luh Pasek

GATRABALI.COM, BULELENG – Panggung Terbuka Ardha Candra kembali menjadi saksi hadirnya karya seni penuh makna dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII.

Kali ini, Gong Kebyar Dewasa Duta Kabupaten Buleleng dari Sanggar Seni Anglocita Suara mempersembahkan karya tari bertajuk “Rungu I Meme”, yang mengangkat figur Si Luh Pasek, ibu dari Ki Barak Panji Sakti.

Melalui garapan ini, sanggar menghadirkan narasi yang jarang disentuh: peran perempuan, khususnya ibu, dalam membentuk sejarah dan spiritualitas Bali.

Baca Juga  Gubernur Bali Dukung PLTS Atap, Anvaya Jadi Role Model Hotel Ramah Lingkungan

“Rungu I Meme” bukan sekadar pertunjukan tari, melainkan pesan mendalam akan pentingnya mendengar suara ibu, baik sebagai sosok pribadi maupun sebagai simbol alam semesta yang memberi kehidupan.

Ketua Sanggar, Putu Aldi Philberta Harta Celuk, menjelaskan bahwa garapan ini lahir dari perenungan panjang sejak awal tahun.

“Kami merasa ada ruang kosong dalam narasi budaya kita tentang sosok ibu. Padahal dalam nilai-nilai Jagad Kerthi, ibu adalah pusat keseimbangan,” ungkapnya.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Dampingi Duta Tabanan di PKB, Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya

Ia menambahkan bahwa mengangkat sosok Si Luh Pasek merupakan bentuk penghargaan terhadap perempuan yang selama ini berada di balik layar sejarah besar.

“Melalui tarian ini, kami ingin menyampaikan bahwa tanpa ibu, tak akan pernah ada tokoh-tokoh besar seperti Ki Barak Panji Sakti,” jelasnya.

Selain Rungu I Meme, Sanggar Anglocita Suara juga membawakan Tabuh Kreasi Baru “Giri Guru” serta Tari Kekebyaran “Sattva Samata”, yang sama-sama mengeksplorasi tema keseimbangan dan spiritualitas dalam kehidupan masyarakat Bali.

Baca Juga  Tinjau Gladi Bersih Angklung Kebyar, Bupati Adi Arnawa Yakin Duta Badung Tampil Memukau di PKB 2026

Penampilan Duta Buleleng ini menjadi bukti bahwa Pesta Kesenian Bali bukan hanya ruang ekspresi estetika, tapi juga wahana menyuarakan nilai-nilai luhur yang membentuk identitas budaya Bali.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments