GATRABALI.COM, DENPASAR – Kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan semakin mengakar di Bali, terutama di kalangan Generasi Z (Gen Z).
Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, bersama dengan ribuan pelajar dan mahasiswa, turut serta dalam gerakan penanaman 1.000 bibit mangrove di Mangrove Arboretum Park Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, pada Kamis 25 April 2024.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen tanam-tanaman biasa, tetapi juga menjadi ajang edukasi bagi para peserta, khususnya mereka yang termasuk dalam kelompok Gen Z. Sebelum menanam, Sekda Dewa Indra secara bersama-sama memekikkan yel-yel untuk menjaga dan menghargai keberadaan mangrove.
“Kita jaga mangrove, mangrove jaga kita! Keren full,” seru mereka dengan semangat.
Setelah penanaman, Dewa Indra bergabung dalam dialog melalui video conference dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya. Dalam dialog tersebut, Dewa Indra menyampaikan dukungan Provinsi Bali terhadap upaya pemeliharaan mangrove yang menjadi benteng pertahanan alam, terutama di wilayah Bali Selatan yang rentan terhadap tsunami.
“Mangrove adalah penyangga utama bagi lingkungan kita. Kami sangat bangga melibatkan Gen Z dalam gerakan ini, karena keberadaan mereka sangat penting untuk memastikan masa depan lingkungan yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Dewa Indra, Bali memiliki hutan mangrove seluas 3.000 hektar, di mana 40 persennya terletak di wilayah Bali Selatan. Namun, karena berbagai faktor, ada bagian yang perlu dipulihkan. Dewa Indra menekankan perlunya keterlibatan semua pihak, terutama generasi muda, dalam merawat dan melindungi hutan mangrove.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Pemprov Bali dan masyarakat dalam upaya pelestarian mangrove. Dia berharap semangat ini dapat terus berkobar, karena peran serta aktif dari semua pihak sangat dibutuhkan.
Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara, Ni Nyoman Santi, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program Kementerian LHK untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan meningkatkan tutupan hutan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 225 peserta dari berbagai kalangan, yang semuanya berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam.(gus/gb)