Kamis, April 3, 2025
BerandaBaliBadungSekda Dewa Indra Optimis Pemerintah Dapat Tekan Lagi Angka Prevalensi Stunting

Sekda Dewa Indra Optimis Pemerintah Dapat Tekan Lagi Angka Prevalensi Stunting

GATRABALI.COM, BADUNG – Provinsi Bali kembali menorehkan prestasi gemilang dalam penanganan masalah gizi anak dengan berhasil memperoleh predikat sebagai daerah dengan angka prevalensi stunting terendah se-Indonesia.

Kabar baik ini disampaikan dalam Rapat Kerja Daerah Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (PKB-KKB) serta Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Bali Tahun 2024 di Harris Hotel Sunset Road, Kuta, Badung, pada Kamis 28 Maret 2024 pagi.

Menurut Inspektur Utama BKKBN RI, Ari Dwikora Tono, Provinsi Bali menunjukkan konsistensi dalam penurunan angka prevalensi stunting. “Provinsi Bali masih menjadi daerah dengan angka prevalensi stunting terendah di Indonesia. Dimana angka prevalensi stunting Tahun 2022 sebesar 8% sedangkan di Tahun 2023 mencapai 7,2%,” ungkapnya. Angka ini signifikan lebih rendah dibandingkan dengan angka nasional yang mencapai 21,5% pada tahun 2023 lalu.

Baca Juga  Wakil Bupati Badung Terima Kunjungan Kerja Pemerintah Morowali Utara

Sementara untuk tahun 2024, Pemerintah menargetkan angka prevalensi stunting nasional turun menjadi 14%, sementara untuk Provinsi Bali, meskipun sudah berada pada posisi yang sangat baik, diharapkan dapat kembali turun dengan target 6,15%.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menyampaikan optimisme bahwa pemerintah dapat menurunkan angka prevalensi stunting di Bali menjadi lebih baik pada tahun 2024.

Baca Juga  Tamba-Ipat Luncurkan Trans Bahagia Transportasi Gratis Anak Sekolah

“Kita di Bali walaupun sudah terendah nasional tapi angka 7,2% itu masih bisa kita turunkan. Kita punya keyakinan bahwa dengan kerjasama kita bisa turunkan terus. Maka saya mengajak teman-teman ayo 7,2% itu kita turunkan terus bahkan kalau bisa kita nol kan,” ujarnya.

Dewa Made Indra menegaskan bahwa capaian penurunan prevalensi stunting di Provinsi Bali tidak lepas dari kerjasama semua komponen, baik masyarakat maupun pemerintah daerah yang memiliki komitmen kuat dalam melakukan upaya percepatan penurunan prevalensi stunting. Ia menambahkan bahwa kemiskinan ekstrem bukanlah penyebab utama prevalensi stunting di Bali, melainkan kurangnya edukasi mengenai pentingnya gizi anak mulai dari pranikah, kehamilan, melahirkan hingga masa bayi.

Baca Juga  Fokus Cegah Rabies, Sekda Bali Serukan Sinergi Semua Pihak dalam Pengendalian Rabies

Pemerintah Provinsi Bali telah menjalin kerjasama dengan BKKBN Provinsi Bali untuk melakukan upaya penurunan prevalensi stunting dengan melibatkan desa adat, organisasi keagamaan, dan tokoh agama. Upaya penurunan prevalensi stunting dimulai dari masing-masing wilayah desa adat dengan memberikan edukasi pranikah kepada pasangan muda-mudi yang akan menikah, sebagai langkah pencegahan yang efektif.(gus/gb)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments