GATRABALI.COM, BULELENG – Dalam upaya memperkuat pelestarian budaya lokal, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kebudayaan menggelar sosialisasi hasil riset mengenai ekosistem Wayang Wong Tejakula.
Acara yang berlangsung di Hotel Vilandra Resort, pada Senin, 30 September 2024, ini mengangkat tema pentingnya mempertahankan kesenian yang telah diakui oleh UNESCO sebagai bagian dari warisan budaya dunia.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat komitmen antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga keberlanjutan Wayang Wong Tejakula, seni pertunjukan yang berasal dari Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.

Kesenian ini memiliki makna religius yang kuat dan sering dipentaskan dalam upacara keagamaan, dengan para penari mengenakan topeng sakral yang menggambarkan tokoh-tokoh dari kisah Ramayana, didukung oleh iringan gamelan. Selain itu, Wayang Wong kini juga dipentaskan dalam versi “Jaba” yang lebih mudah diakses oleh masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, I Nyoman Wisandika, yang mewakili Penjabat Bupati Buleleng, menyampaikan apresiasi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV atas komitmennya dalam pelestarian budaya.
“Melestarikan cagar budaya harus melibatkan kerja sama antara pemerintah, swasta, dan akademisi. Promosi kebudayaan adalah langkah penting yang terus kami dorong,” ungkap Wisandika.
Ia juga menekankan bahwa Wayang Wong tidak hanya sekadar seni pertunjukan, tetapi juga merupakan media yang kaya akan nilai-nilai moral dan budaya.
“Wayang Wong adalah warisan leluhur yang mengandung pesan-pesan moral yang sangat penting bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV, Abi Kusno, menegaskan pentingnya membangun ekosistem budaya yang berkelanjutan.
“Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 memberikan landasan hukum yang kuat untuk menjaga warisan budaya ini. Kebudayaan harus menjadi bagian dari ekosistem yang saling mendukung antara pelaku dan objek budaya dalam satu kawasan,” ujarnya.
Acara sosialisasi ini menjadi momentum penting bagi para pelaku budaya dan masyarakat untuk terus berkomitmen dalam melestarikan Wayang Wong Tejakula, yang memiliki nilai artistik dan spiritual yang mendalam bagi masyarakat Bali. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pelestarian kesenian ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian integral dari identitas budaya Bali. (adv/gb)





