GATRABALI.COM, BADUNG – Dibalik tumpukan sampah yang terus berdatangan hingga 40 hingga 50 ton per hari, para petugas DLHK di lapangan harus berjibaku dalam kondisi yang berisiko tinggi terhadap kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, dr. Made Padma Puspita, mengatakan bahwa para petugas kebersihan dari DLHK menghadapi ancaman serius, mulai dari kelelahan fisik, gangguan pernapasan, hingga risiko infeksi berbahaya seperti tetanus akibat luka kerja.
Dirinya menyebut, Sempat nsiden petugas yang jatuh karena pusing saat bekerja memilah sampah sempat terjadi juga, karena aktivitas menyapu dan memilah sampah yang sebagian besar dilakukan sambil berdiri.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Badung menyiagakan tim medis setiap hari, terdiri dari dokter, perawat, serta ambulans di lokasi, tepatnya di TPST dan PDU Mengwitani, Kabupaten Badung.
Selain itu, layanan darurat juga diperkuat melalui aplikasi “Badung Sehat” dengan waktu respons sekitar 15 menit.
“Upaya ini dilakukan untuk memastikan hampir 900 petugas tetap dalam kondisi prima dan terhindar dari risiko penyakit, termasuk potensi diare massal akibat sanitasi yang buruk”, terangnya, kemarin, Jumat,(17/4/2026) di Mengwitani, Badung.
Dirinya menyampaikan, Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab petugas.
“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama.Pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, mulai dari memilah sampah hingga tidak membuang sampah sembarangan”, pungkas Puspita.(gun/gb)





