spot_img
spot_img
BerandaBaliSosialisasi Moderasi Beragama, Wawali Arya Wibawa Tegaskan Pentingnya Toleransi di Kota Denpasar

Sosialisasi Moderasi Beragama, Wawali Arya Wibawa Tegaskan Pentingnya Toleransi di Kota Denpasar

GATRABALI.COM, DENPASAR – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Moderasi Beragama yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Denpasar, Rabu (18/6/2025).

Kegiatan yang digelar di Gedung Pusdiklat Buddha Sakyamuni ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat semangat toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kota Denpasar.

Acara ini diikuti oleh beragam elemen lintas iman, antara lain perwakilan Pemerintah Kota Denpasar, Kemenag Denpasar, akademisi dari perguruan tinggi keagamaan, serta organisasi keagamaan seperti PHDI, MUI, Keuskupan Denpasar, Walubi, Makin, dan lainnya.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Raih 34 Prestasi Sepanjang Tahun 2024, Komitmen Wujudkan Denpasar MAJU

Dalam sambutannya, Arya Wibawa menyebut Denpasar sebagai kota yang mencerminkan keberagaman Indonesia. Dengan masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang agama dan budaya, toleransi menjadi fondasi penting dalam menjaga kedamaian dan keharmonisan hidup bersama.

“Kerukunan tidak terjadi begitu saja. Ia harus dirawat melalui dialog, keterbukaan, dan sikap saling menghargai. Moderasi beragama adalah cara untuk mempertemukan perbedaan, bukan menyatukannya secara paksa,” ujar Arya Wibawa.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran FKUB dalam merawat komunikasi lintas umat. Di era informasi saat ini, di mana berita bohong dan provokasi mudah tersebar di media sosial, tokoh agama dan masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam merespons isu yang berpotensi memecah belah.

Baca Juga  Permudah Pelayanan kepada Masyarakat, Pj Bupati Buleleng Komitmen Kembangkan MPP Digital

“Para pemuka agama harus menjadi contoh dalam menyebarkan nilai-nilai damai, inklusif, serta mampu mendinginkan suasana ketika muncul gesekan sosial,” tambahnya.

Ketua FKUB Kota Denpasar, Prof. Dr. I Nyoman Budiana, SH., M.Si., menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk memperkuat kehidupan beragama yang harmonis di Denpasar. Mengusung semangat Vasudhaiva Kutumbakam atau ‘kita semua bersaudara’, kegiatan ini menjadi momen penting dalam menanamkan nilai-nilai inklusivitas di tengah masyarakat.

Baca Juga  "Siap Selem" Inovasi Denpasar Libatkan Desa Adat untuk Tekan Kawasan Kumuh

Sementara itu, Ketua Panitia, Pendeta Justus, menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk menyosialisasikan Peraturan Menteri Bersama Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 tentang pedoman kepala daerah dalam menjaga kerukunan umat serta pendirian rumah ibadat.

“Melalui forum ini, kami berharap bisa menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya merawat kerukunan dan menyebarkan semangat moderasi dalam kehidupan beragama,” pungkasnya.(gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments