GATRABALI.COM, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung menggelar sosialisasi Gerakan Badung Peduli Residu dan Anti Narkoba di SMP Negeri 1 Mengwi, Sabtu, 6 Juni 2026.
Kegiatan ini diikuti ratusan siswa dari SMP Negeri 1 Mengwi dan SMP Negeri 1 Abiansemal.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK sekaligus Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung, Camat Mengwi, narasumber dari BNNK Badung, Kepala SMP Negeri 1 Mengwi, Ketua TP PKK Kecamatan Mengwi dan Abiansemal, tim Gerakan Badung Peduli, serta perwakilan Bumbi sebagai produsen popok dan pembalut ramah lingkungan.
Sosialisasi tersebut bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan remaja terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.
Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa mengingatkan para pelajar tentang pentingnya menjaga lingkungan dan menjaga diri dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan.
“Anak-anakku sekalian, kalian adalah aset paling berharga bagi Kabupaten Badung dan masa depan Bali. Hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk mendengarkan materi, tetapi untuk memahami dua hal penting yang sangat berkaitan dengan kelangsungan hidup kita semua: bagaimana kita merawat bumi tempat kita berpijak, dan bagaimana kita merawat diri sendiri agar tetap sehat, kuat, dan jauh dari segala bahaya,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Rasniathi juga menjelaskan mengenai sampah residu yang tidak dapat didaur ulang maupun dikomposkan sehingga membutuhkan penanganan yang tepat.
Ia mengajak para siswa untuk membiasakan diri memilah sampah, mengurangi penggunaan produk sekali pakai, dan mendukung produk yang lebih ramah lingkungan.
“Kita ingin Badung tetap bersih, asri, dan bebas dari tumpukan sampah. Mulailah dari langkah kecil, buang sampah pada tempatnya, kenali jenis sampah, dan dukung produk lokal yang ramah lingkungan seperti Bumbi, yang turut hadir hari ini untuk mendukung gerakan ini dengan produk-produk yang lebih bertanggung jawab terhadap alam,” tambahnya.
Sebagai bagian dari sosialisasi, perwakilan Bumbi turut memberikan edukasi terkait pengurangan limbah popok dan pembalut sekali pakai yang menjadi salah satu sumber sampah residu rumah tangga.
Selain materi lingkungan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Rasniathi menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi generasi muda karena dapat merusak kesehatan, pendidikan, dan masa depan.
“Narkoba adalah musuh utama masa depan kalian. Zat ini tidak hanya merusak fisik dan akal sehat, tetapi juga menghancurkan cita-cita, keluarga, dan masa depan yang sudah kalian rencanakan. Jangan pernah sekalipun mencoba, tergoda, atau terbuai oleh tawaran yang tidak jelas asal-usulnya. Katakan ‘TIDAK’ pada narkoba, dan jadilah pelajar yang berprestasi, berakhlak mulia, dan berguna bagi nusa serta bangsa,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Badung bersama TP PKK Kabupaten Badung berupaya mendorong lahirnya generasi muda yang peduli terhadap lingkungan sekaligus memiliki ketahanan diri untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba.(nov/gb)





