spot_img
spot_img
BerandaBaliUMKM Bali Tembus Pasar Dunia, Gubernur Koster Minta Aksara Bali di Kemasan

UMKM Bali Tembus Pasar Dunia, Gubernur Koster Minta Aksara Bali di Kemasan

GATRABALI.COMDENPASARGubernur Bali Wayan Koster menyampaikan keyakinannya bahwa produk-produk UMKM Bali memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar internasional.

Namun, ia menyoroti pentingnya peningkatan kemasan dan penguatan identitas lokal sebagai kunci menembus pasar global.

Hal tersebut ia ungkapkan saat mendampingi Menteri Perdagangan RI dalam acara pelepasan ekspor produk vanila, kayu manis, dan madu di CV Naralia Grup Indonesia, Denpasar.

“Produk kita sudah berkualitas, tinggal sentuhan akhir seperti kemasan dan identitas Bali yang perlu diperkuat. Contohnya, aksara Bali belum ada di kemasan, padahal itu bisa jadi pembeda dan kebanggaan,” ucap Koster.

Gubernur juga menegaskan bahwa Bali memiliki banyak komoditas unggulan seperti kopi arabika, coklat, arak Bali, garam tradisional, dan produk pangan lokal yang sangat diminati pasar luar negeri.

Baca Juga  Gubernur Koster Ajak Karang Taruna Berkolaborasi dengan Sekaa Teruna-Teruni untuk Penguatan Generasi Muda

Salah satu hambatan pemasaran, seperti aturan yodium pada garam lokal, kini telah teratasi dengan diperolehnya sertifikat Indikasi Geografis (IG).

“Sekarang garam tradisional Bali sudah bisa diperjualbelikan dan digunakan hotel serta restoran. Ini hasil perjuangan agar produk lokal kita tidak terpinggirkan oleh aturan yang tidak berpihak,” tegasnya.

Ia pun menyampaikan bahwa Pemprov Bali terus mendorong transformasi ekonomi melalui enam sektor utama dalam kerangka Ekonomi Kerthi Bali: mulai dari pertanian organik, kelautan dan perikanan, industri manufaktur berbasis budaya, UMKM dan koperasi, ekonomi kreatif dan digital, hingga sektor pariwisata.

Baca Juga  Bimantara Duta Pariwisata Buleleng, Fokus Kenalkan Potensi Ekonomi Lokal

“Kami tidak ingin Bali hanya bergantung pada pariwisata. Pandemi sudah mengajarkan bahwa diversifikasi ekonomi adalah keharusan,” tambah Koster.

Sementara itu, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menyatakan dukungan penuh terhadap pemberdayaan UMKM. Ia menjelaskan bahwa Kementerian Perdagangan telah meluncurkan program “UMKM BISA Ekspor” yang memberi pelatihan, pendampingan, dan akses pasar bagi pelaku usaha.

“Kami juga akan luncurkan program Desa Bisa Ekspor agar potensi dari daerah bisa langsung menembus pasar global,” ujar Budi.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah memiliki 46 kantor perwakilan perdagangan di 33 negara, yang siap memfasilitasi pertemuan antara UMKM Indonesia dengan buyer internasional melalui business meeting daring.

Baca Juga  Sekolah Lansia Dasarata Wisuda Angkatan II, Pemkab Badung Tegaskan Perlindungan dan Kebahagiaan Lansia

“Hingga kini, sudah ada 609 UMKM yang kami fasilitasi ekspor dengan total nilai mencapai Rp 1,3 triliun. Potensi ini terus kita dorong agar UMKM bisa naik kelas,” imbuhnya.

Direktur CV Naralia Grup Nusantara, Mulianingsih, menyebutkan bahwa keberhasilan ekspor vanila, kayu manis, dan madu senilai USD 350 ribu ini merupakan hasil dari keikutsertaan dalam pameran internasional di Hongkong.

“Kami komitmen terus kolaborasi dengan UMKM Bali untuk memasarkan produk lokal ke luar negeri,” tutupnya.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments