spot_img
spot_img
BerandaBaliWawali Arya Wibawa Apresiasi Pengukuhan Bendesa Adat Sesetan di Tilem Katiga

Wawali Arya Wibawa Apresiasi Pengukuhan Bendesa Adat Sesetan di Tilem Katiga

GATRABALI.COM, DENPASAR – Desa Adat Sesetan kini memiliki pemimpin baru. I Made Sudama, S.Sn. resmi dikukuhkan sebagai Bendesa Adat Sesetan periode 2022–2027 dalam prosesi yang digelar di Jaba Pura Desa lan Puseh Desa Adat Sesetan, Senin, 22 September 2025, bertepatan dengan Tilem Sasih Katiga.

Pengukuhan dilakukan oleh Bendesa Madya MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana, disaksikan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. Rangkaian prosesi berlangsung sesuai ketentuan Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat.

Baca Juga  Bali Perketat Perlindungan Lahan Pertanian, Gubernur Koster dan ATR/BPN Dorong Percepatan Penetapan LP2B

Hadir pula anggota DPRD Provinsi Bali Ni Wayan Sari Galung, anggota DPRD Kota Denpasar Putu Melati Purbaningrat Yo dan Luh Putu Mamas Lestari, serta tokoh adat dan undangan lainnya.

Wawali Arya Wibawa dalam kesempatan itu menegaskan pentingnya sinergi antara Desa Adat dengan pemerintah.

“Kami berharap Bendesa Adat Sesetan yang baru dapat melanjutkan program di bidang adat serta menjaga harmoni dengan dinas untuk mewujudkan Denpasar Maju berbasis budaya,” ujarnya.

Baca Juga  Pemprov Bali Perkuat Sektor Pariwisata Lewat Program SI-KENCANA DUTA, Siap Hadapi Ancaman Bencana

Ketua MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana, menambahkan bahwa di tengah derasnya arus perubahan global, Desa Adat harus tetap menjadi benteng jati diri masyarakat Bali.

Peran Desa Adat kini semakin strategis, bukan hanya dalam menjaga budaya, tetapi juga ikut serta dalam menyelesaikan persoalan-persoalan sosial, termasuk isu stunting,” jelasnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Sesetan yang baru dikukuhkan, I Made Sudama, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.

Baca Juga  Wali Kota Denpasar Hadiri Karya Agung di Gianyar, Tegaskan Pentingnya Tri Hita Karana

Ia menegaskan komitmennya untuk mengabdi kepada masyarakat dengan berlandaskan Tri Hita Karana.

“Ini adalah amanah yang besar. Kami akan terus menjaga keharmonisan Prahyangan, Pawongan, dan Pelemahan serta bersinergi dengan pemerintah dan tokoh adat demi terciptanya kedamaian dan kesejahteraan bersama,” katanya.(ri/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments