spot_img
spot_img
BerandaBali250 Pasang Kerbau Adu Cepat di Makepung Kapolda Cup 2025, Tradisi Jembrana...

250 Pasang Kerbau Adu Cepat di Makepung Kapolda Cup 2025, Tradisi Jembrana Makin Bergelora

GATRABALI.COM, JEMBRANA – Ajang balap kerbau tradisional Makepung Kapolda Cup 2025 sukses digelar di Sirkuit All In One, Desa Pengambengan, Jembrana, Minggu, 29 Juni 2025.

Sebanyak 250 pasang kerbau dari dua regu besar—Ijo Gading Barat dan Ijo Gading Timur—ikut ambil bagian dalam kompetisi bergengsi ini, yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79.

Jumlah peserta tahun ini meningkat dari 230 pasang menjadi 250 pasang kerbau. Kenaikan ini mencerminkan tingginya minat dan kecintaan masyarakat terhadap tradisi Makepung sebagai warisan budaya khas Jembrana yang terus hidup dan berkembang.

Pembukaan Makepung Kapolda Cup 2025 dilakukan langsung oleh Kapolda Bali, Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, yang didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, jajaran Forkopimda Jembrana, serta pejabat utama (PJU) Polda Bali.

Baca Juga  Event Sprint Rally Kejuaraan Nasional 2024, Ratusan Raider Bersaing di Sirkuit Perancak Jembrana

Dalam sambutannya, Kapolda Bali menyampaikan harapan agar Makepung Kapolda Cup terus digelar secara rutin. Menurutnya, tradisi ini bukan hanya sebagai atraksi budaya, tapi juga sarat dengan nilai-nilai luhur.

“Makepung adalah budaya lokal yang harus kita lestarikan. Di dalamnya terkandung nilai kebersamaan, gotong royong, sportivitas, dan komitmen menjaga budaya. Ini warisan yang harus terus hidup,” tegas Irjen. Pol. Daniel Adityajaya.

Sementara itu, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyebut bahwa makepung bukan sekadar hiburan atau perlombaan, melainkan bagian dari identitas masyarakat Jembrana yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata unggulan.

Baca Juga  Jembrana Beri Hak Kelola Hutan, Bupati Tamba Dorong Kesejahteraan dan Pelestarian Lingkungan

“Makepung memiliki ciri khas dan keunikan yang tidak ditemukan di tempat lain, baik di Bali maupun tingkat nasional dan internasional. Tradisi ini juga mampu mendorong sektor lain seperti pertanian dan peternakan, khususnya pelestarian kerbau,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Kembang menekankan bahwa menjaga eksistensi makepung di tengah derasnya arus globalisasi bukan hal mudah. Namun dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab yang melekat dalam tradisi ini, pihaknya optimistis budaya makepung akan terus hidup dan berkembang.

Baca Juga  Selama 14 Hari, Jalur Denpasar-Gilumanuk Terjadi 4 Kecelakaan Maut dengan 3 Korban Jiwa

“Dengan semangat makepung yang menjunjung tinggi nilai sportivitas dan gotong royong, kami yakin pelestarian ini akan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Terbukti, jumlah peserta terus meningkat dari tahun ke tahun,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Bupati Kembang juga menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-79 kepada seluruh jajaran Polri, khususnya Polres Jembrana, atas sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin erat dengan pemerintah daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jembrana dan masyarakat, kami mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan sinergi luar biasa dari Polres Jembrana selama ini,” tutupnya. (ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments