GATRABALI.COM, DENPASAR – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Nyonya Rasniathi Adi Arnawa hadir langsung menyaksikan penampilan memukau Sekaa Gong Taruna Jaya, Banjar Lambing, Desa Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, dalam ajang Parade Gong Kebyar Legendaris Pesta Kesenian Bali (PKB) 2025 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar, Sabtu, 28 Juni 2025.
Sekaa Gong Taruna Jaya yang mewakili Duta Kabupaten Badung tampil bersamaan dengan duta dari Kabupaten Buleleng dan Gianyar, membawakan sajian seni yang kental dengan nilai-nilai tradisi dan estetika Bali.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Bali Wayan Koster, Danrem 163/Wirasatya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadi Saputra, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gde Eka Sudarwitha, serta Kepala Dinas Kebudayaan Gianyar.
Dalam penampilan tersebut, Sekaa Gong Taruna Jaya membawakan sejumlah garapan unggulan, di antaranya Tabuh Lelambatan “Galang Bulan”, Sandya Gita Pupuh “Kaduhung”, Tabuh Kreasi “Kumbang Atarung”, serta Tari Legong Kreasi “Widya Lalita”. Kombinasi tabuh klasik dan kreasi baru yang mereka sajikan berhasil memukau penonton dan memperlihatkan kedalaman serta kekayaan seni tradisi Badung.
Bupati Adi Arnawa menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap para seniman yang tampil luar biasa dalam parade seni legendaris ini. Ia menilai penampilan Sekaa Gong Taruna Jaya merupakan bukti nyata bahwa Badung memiliki seniman-seniman tangguh yang berkomitmen menjaga dan mengembangkan warisan budaya Bali.
“Penampilan dari sekaa gong legendaris sangat luar biasa, dan memang yang tampil adalah seniman-seniman legendaris yang kita miliki di Badung. Melalui momentum ini, saya berharap ke depan para seniman legendaris ini terus diberikan ruang dan kesempatan, sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda agar turut berkarya dan menjaga eksistensi seni kita di Bali,” ujar Adi Arnawa.
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan pembina dan masyarakat luas agar seni tradisi Bali tetap hidup dan mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan akar budayanya.
Dengan kehadiran langsung para kepala daerah dan tokoh penting, Parade Gong Kebyar Legendaris ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan seni, tetapi juga sebagai penguat identitas budaya, semangat kebersamaan, dan pelestarian nilai-nilai luhur di tengah dinamika modernitas. (ism/gb)





