GATRABALI.COM, BULELENG – Pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Buleleng melakukan audiensi dengan DPRD Buleleng pada Rabu, 7 Mei 2025.
Dalam pertemuan ini, PPNI mengusulkan dukungan terkait pengadaan kantor sekretariat serta penempatan tenaga perawat di posyandu pembantu yang tersebar di wilayah Buleleng.
Ketua Dewan Pertimbangan PPNI Buleleng, I Made Sundayana, menjelaskan pentingnya kehadiran kantor sekretariat yang mandiri bagi organisasi profesi tersebut. Saat ini, PPNI masih berbagi tempat dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Buleleng.
“Dengan segala kerendahan hati, kami mohon dukungan agar PPNI memiliki kantor tersendiri sebagai pusat kegiatan dan administrasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PPNI Buleleng, Ni Wayan Dewi Tarini, menyoroti pentingnya kehadiran perawat di posyandu pembantu untuk memperkuat layanan kesehatan primer. Ia merujuk pada regulasi dalam Permenkes No. HK.01.07/Menkes/2015/2023 tentang petunjuk teknis Integrasi Layanan Primer (ILP), yang mengamanatkan keberadaan satu dokter, satu bidan, dan satu perawat di setiap puskesmas pembantu maupun desa.
“Kami juga berharap agar pengurusan izin tenaga kesehatan, khususnya perawat, dapat dilakukan secara digital lewat sistem satu pintu,” imbuhnya.
Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, merespons positif aspirasi tersebut dan berjanji akan menindaklanjutinya melalui koordinasi dengan instansi terkait. Ia juga mendorong Komisi IV untuk membahas integrasi pelayanan perizinan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP).
“Kami akan segera menindaklanjuti dengan pihak terkait agar solusi bisa segera ditemukan,” tegasnya.(adv/gb)





