spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungCatat Rumah Miskin dan Jalan Rusak, Mahasiswa KKN UNUD Diberi Tugas Khusus...

Catat Rumah Miskin dan Jalan Rusak, Mahasiswa KKN UNUD Diberi Tugas Khusus Gubernur Koster

GATRABALI.COM, BADUNG – Gubernur Bali Wayan Koster menugaskan secara langsung ribuan mahasiswa Universitas Udayana (UNUD) yang akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk menjalankan misi sosial dan pembangunan di desa-desa se-Bali.

Tak hanya mengabdi, para mahasiswa ini diminta mendata keluarga miskin, infrastruktur rusak, hingga potensi desa yang bisa dikembangkan.

Arahan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat memberikan Pembekalan Umum KKN PPM Periode XXXI di Aula Gedung Widya Sabha, Kampus UNUD Jimbaran, Jumat, 13 Juni 2025.

Kegiatan ini mencakup KKN Tematik Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, KKN Tematik Infrastruktur Pekerjaan Umum (PU), serta KKN Program Udayana Mengabdi (PUM).

“Selama KKN, bantu saya data keluarga miskin. Tolong foto rumah dan kamar mandi mereka. Catat dengan nama dan alamat lengkap,” kata Koster.

Baca Juga  Tinjau Jalan Jebol, Bupati Jembrana Prioritaskan Sistem Drainase dan Penguatan Struktur

Ia menjelaskan, pencatatan tersebut akan menjadi basis program bantuan Rumah Layak Huni tahun 2026, yang ditargetkan untuk keluarga miskin dan sangat miskin, dengan bantuan renovasi senilai Rp30 juta hingga Rp50 juta. Jika rumahnya tidak bisa diperbaiki, Pemprov akan bantu bangun rumah baru.

Gubernur juga meminta mahasiswa memperhatikan akses pendidikan anak-anak dari keluarga miskin. Jika ditemukan anak yang hampir putus sekolah karena biaya, agar segera dicatat.

Pemprov Bali, kata dia, siap membantu biaya sekolah hingga ke jenjang perguruan tinggi melalui program “Satu Keluarga Satu Sarjana”.

“Kalau ada anak yang belum sarjana di keluarga miskin, laporkan. Pemprov sudah MoU dengan universitas, dan akan bantu uang kos dan makan sebesar Rp1,4 juta per bulan,” ungkapnya.

Baca Juga  Bupati Jembrana Ajukan Bantuan Pura ke Pemprov Bali, Fokus Tegal Cangkring dan Rambut Siwi

Dalam hal infrastruktur, mahasiswa juga diminta mendokumentasikan jalan-jalan rusak dan berlubang yang ada di desa. Ia bahkan mendorong agar kondisi tersebut diviralkan agar mendapat perhatian cepat dari Pemkab atau Pemprov.

Tak kalah penting, mahasiswa juga ditugaskan memetakan masalah air bersih dan mencatat lokasi sungai terdekat untuk keperluan distribusi air. Termasuk juga pendataan potensi pertanian dan pariwisata yang bisa dikembangkan bersama OPD terkait.

“Ini penting, agar kebijakan pembangunan tahun 2026 benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegas Koster.

Tak hanya soal pembangunan fisik, mahasiswa juga diminta ikut menyosialisasikan pelarangan penggunaan plastik sekali pakai dan botol plastik di bawah satu liter, serta pengelolaan sampah berbasis sumber.

Baca Juga  Formasi 2024, 15 CPNS Terima SK dan Siap Mengabdi di Lingkup Pemkab Jembrana

Rektor UNUD, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D, menyambut baik peran besar mahasiswa dalam program KKN kali ini. Ia mengatakan bahwa pelaksanaan KKN bukan hanya bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi bentuk dukungan terhadap visi pembangunan Bali.

“UNUD siap berkolaborasi dengan Pemprov Bali untuk membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rektor.

KKN periode kedua ini akan berlangsung dari 13 Juli hingga 25 Agustus 2025, diikuti oleh 3.362 mahasiswa dari berbagai program studi yang tersebar di 214 desa di delapan kabupaten di Bali.

Turut hadir dalam pembekalan tersebut, Kepala OJK Provinsi Bali Kristrianti Puji Rahayu yang memberikan materi tentang pentingnya literasi dan inklusi keuangan sebagai bekal mahasiswa selama berada di tengah masyarakat.(gus/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments